Digoyang Gesekan Pemilu, Kapolda Jamin Yogyakarta Aman

Digoyang Gesekan Pemilu, Kapolda Jamin Yogyakarta Aman
Ilustrasi Polisi ( Foto: Beritasatu.com )
Farouk Arnaz / WBP Selasa, 9 April 2019 | 20:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com— Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Irjen Ahmad Dofiri memastikan kondisi di daerahnya aman terkendali. Gesekan di lapangan hanya dinamika biasa yang bisa diredam.

“Alhamdulillah tetap kondusif, kalau kampanye ada gesekan itu bagian dari dinamika, karena pergerakan ribuan orang sesekali timbul saling ejek dan lempar-lemparan, namun sejauh ini bisa diredam,” kata Dofiri saat dihubungi Beritasatu.com Selasa (9/4/2019).

Dua kejadian menonjol terjadi di kota pelajar itu belakangan ini. Pertama, pengeroyokan terhadap pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Armaini mengatakan pengeroyokan tersebut terjadi pada Senin (8/4/2019) sekitar pukul 15.30 WIB di Jalan Mataram, tepatnya di belakang Hotel Ina Garuda, Yogyakarta. Muklis dan Suhadi dihentikan oleh tiga orang tak dikenal. Korban kemudian diminta untuk mengacungkan satu jari dan melepas ikat kepala bertuliskan Prabowo-Sandi. Kedua korban terluka ringan dan hingga kini pelakunya masih belum ditangkap.

Sebelumnya kericuhan pecah di Sleman. Lokasi ini tak jauh dari bangunan bekas markas Front Pembela Islam (FPI) Yogyakarta di Jalan Yogya-Wates km 8 Padukuhan, Gamping, Sleman, Yogakarta. Kericuhan melibatkan massa simpatisan PDIP dan anggota Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin dengan massa di wilayah markas FPI.

Polisi menduga aksi saling lempar itu dipicu oleh provokasi. Beruntung tak ada korban dalam kericuhan ini namun satu kendaraan rusak.

Bawaslu juga telah mencatat sebanyak 16 provinsi mempunyai skor indeks kerawanan pemilu (IKP) tinggi. Salah satunya adalah Yogyakarta.



Sumber: BeritaSatu.com