Mufti Damaskus: Indonesia Jangan Percaya Propaganda Teroris

Mufti Damaskus: Indonesia Jangan Percaya Propaganda Teroris
Mufti Damaskus (Suriah) Syaikh Muhammad Adnan Al-Afyouni ( Foto: istimewa )
/ BW Selasa, 9 April 2019 | 23:37 WIB

Pekalongan, Beritasatu.com - Mufti Damaskus (Suriah) Syaikh Muhammad Adnan Al-Afyouni mengimbau umat Islam di Indonesia agar tidak percaya dengan propaganda radikal terorisme yang bertujuan merusak Indonesia.

"Fenomena ini mulai muncul di Indonesia di mana isu-isu radikal terorisme menjadi sangat hangat di Indonesia. Saya khawatir jika nantinya umat Islam di negeri yang damai ini ikut terjerumus seperti umat Islam di Suriah," katanya di sela-sela Konferensi Ulama Sufi Internasional (World Sufi Forum) di Pekalongan, Selasa (9/4/2019).

Ia mengatakan, negara Suriah yang dulu damai, tenteram, dan indah kini terjebak dalam perang saudara akibat propaganda radikal terorisme.

"Makanya saya mengimbau kepada saudara-saudara di Indonesia agar tidak mempercayai propaganda radikal terorisme," kata Muhammad Adnan Al-Afyouni.

Muhammad Adnan Al-Afyouni menyampaikan, dia sudah sering datang ke Indonesia dan berbicara tentang perkembangan di Suriah, khususnya terkait radikal terorisme.

Ia berpendapat, kelompok radikal terorisme memiliki pola memengaruhi masyarakat khususnya mereka yang tidak paham agama dengan menggunakan pendekatan isu-isu yang dapat membangkitkan emosi umat Islam. Contohnya, kezaliman pemerintah, ketidakadilan terhadap umat Islam, marginalisasi umat Islam, pemiskinan umat Islam, dan penindasan terhadap umat Islam.

"Nah, isu-isu seperti ini sangat mudah menarik perhatian orang yang tidak paham agama sehingga mereka mudah terpengaruh dengan ajakannya," kata Muhammad Adnan Al-Afyouni.

Muhammad Adnan Al-Afyouni mengatakan, bagaimana mungkin seorang yang melakukan dakwah Islam tetapi membunuh sesamanya, membenci orang lain, dan tidak menerima eksistensi orang lain. Padahal Islam mengajarkan kebersamaan dan saling menghormati antarsesama manusia sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW saat di Madinah.

Rasulullah Muhammad SAW, kata dia, tidak pernah membunuh dan selalu bergaul dengan siapa pun baik orang Yahudi maupun Nasrani.

"Rasulullah menegaskan bahwa mereka punya hak ke kita dan kami punya hak kepada mereka. Artinya kita saling membutuhkan dan tidak bisa saling memusuhi. Oleh karena itu, kami mempertanyakan bagaimana mereka mengklaim sebagai pejuang Islam namun kelakuannya sangat jauh dari Islam," kata Muhammad Adnan Al-Afyouni.

Ia menegaskan, Islam menentang keras terhadap ajaran yang mengajak kebencian kepada siapa pun, apalagi dengan orang yang seiman.

Islam, kata dia, mengajarkan kedamaian dan kebersamaan dalam membangun bumi ini bukan sebaliknya merusak serta saling benci antara satu dengan yang lain.
.
"Indonesia adalah negeri yang sangat indah, maju, dan sebegain besar penduduknya adalah pemeluk Islam. Selain itu, di negeri sangat terbuka demokrasi dan berkemajuan," katanya.



Sumber: ANTARA