Infrastruktur Perpustakaan Nasional Peringkat 2 di Dunia

Infrastruktur Perpustakaan Nasional Peringkat 2 di Dunia
Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando. ( Foto: Beritasatu / Primus Dorimulu )
Primus Dorimulu / HA Rabu, 10 April 2019 | 01:04 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando mengatakan sarana dan prasarana yang ada di lembaga yang dia pimpin tersebut menempati ranking dua dunia.

"Kami peringkat dua infrastruktur perpustakaan setelah India," kata Syarif dalam wawancara dengan Beritasatu.com belum lama ini.

Selain itu, minat baca masyarakat Indonesia juga cukup tinggi, meskipun tidak masuk 10 besar dunia.

"Kita peringkat 16 dalam kegemaran membaca, rata-rata 6 jam seminggu. Kita masih lebih tinggi dari Korea (Selatan), Jepang, Amerika, Jerman, dan Inggris," ujarnya, menyadur data dari penelitian World Reading Habits 2018 yang dirilis Kingston University di London.

Menurut penelitian tersebut, minat baca tertinggi di dunia adalah India dengan rata-rata membaca 10 jam 42 menit per pekan, disusul Thailand (9:24'), Tiongkok (8 jam), Filipina (7:36'), dan Mesir (7:30').

Sementara itu rata-rata orang membaca di Amerika Serikat dan Jerman hanya 5 jam 42 menit per pekan.

Syarif mengatakan Perpustakaan Nasional tidak pernah libur.

"Kami buka dari Senin sampai Minggu, jam 8.00 pagi sampai jam 18.00, semua serba gratis," ujarnya.

Fungsi modern perpustakaan bukan hanya sebagai tempat orang membaca buku, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk lomba pidato, bedah buku, atau ajang apresiasi budaya.

"Kami malah ingin bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengeksplorasi kebudayaan mereka dengan tokoh-tokoh yang ada di Jakarta," ujarnya.

"Kami sudah laksanakan kemarin dengan masyarakat Lembata dan juga dari Ambon waktu Hari Musik dengan wali kota Ambon."

Selain itu, Perpustakaan Nasional bisa menjadi wahana rekreasi bagi pengunjung, yang mencapai 2.000-3.000 orang pada hari kerja.

"Pada hari Sabtu-Minggu bisa sampai 5.000 karena kami di Sabtu-Minggu itu ada iklan disebarkan di (Jalan) Merdeka Selatan, sesudah car free day mereka bisa menikmati misalnya view-nya Jakarta di lantai 24," kata Syarif.

Perpustakaan Nasional menempati lokasi yang sangat strategis di ibu kota negara, dengan pemandangan Tugu Monas, Istana Negara, Stasiun Gambir, sampai Balai Kota DKI.

Simak keterangan Syarif dalam video berikut:



Sumber: BeritaSatu.com