KPK Dalami Kepentingan Humpuss Transportasi Kimia di Kasus Suap Bowo

KPK Dalami Kepentingan Humpuss Transportasi Kimia di Kasus Suap Bowo
Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso (tengah) dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 28 Maret 2019. ( Foto: ANTARA )
Fana Suparman / CAH Rabu, 10 April 2019 | 07:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kepentingan PT Humpuss Transportasi Kimia dalam kasus dugaan suap kerja sama pengangkutan pupuk yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso. Dalam kasus ini, Marketing Manajer PT Humpuss Transportasi Kimia Asty Winasti diduga menyuap Bowo melalui anak buahnya Indung agar perusahaannya kembali menjalin kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk mendistribusikan pupuk PT Pupuk Indonesia.

"Tentu akan kami lihat apakah ini hanya inisiatif pribadi atau ditugaskan oleh atasannya misalnya atau ada kepentingan korporasi di sana itu kan perlu dicermati lebih lanjut di proses penyidikan ini," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Untuk mendalami hal tersebut, tim penyidik KPK memeriksa Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Taufik Agustono, Selasa (9/4/2019) kemarin. Sejauh ini, KPK baru menetapkan Asty sebagai tersangka dari unsur PT Humpuss Transportasi Kimia. Namun, tak tertutup kemungkinan dari pengembangan kasus ini, KPK bakal menetapkan tersangka lainnya.

"Sejauh ini bukti yang kami miliki adalah yang jelas untuk satu orang tersangka apakah akan bertambah atau ada pengembangan nanti kita lihat fakta-fakta berikutnya," kata Febri Diansyah.

Baca JugaBowo Sidik Akui Diperintah Nusron Wahid Siapkan 400.000 Amplop

Peran dan kepentingan Humpuss Transportasi Kimia dalam kasus suap ini tergambar jelas. KPK sejak awal menduga PT Humpuss Transportasi Kimia mendekati dan bahkan menyuap Bowo agar kembali mendapat kontrak kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) untuk pengangkutan. Febri menyatakan, kontrak kerja sama PT Humpuss Transportasi Kimia dengan Pilog menjadi fokus tim penyidik dalam mengusut kasus ini.

"Fokus KPK pada peristiwa-peristiwa yang terjadi terkait dengan MoU (Memorandum of Understanding) yang dibuat tahun 2018 lalu karena kami kan menduga ada upaya dari pihak PT HTK (Humpuss Transportasi Kimia) ini untuk mendekati BSP (Bowo Sidik Pangarso) agar HTK dapat kontrak lagi atau dapat kerja sama lagi dengan pihak Pupuk Indonesia. Itu perlu kami dalami sampai pada MoU tersebut ditandatangani," kata Febri Diansyah.

Baca JugaKPK Usut Keterlibatan Pejabat PT Pupuk Indonesia dalam Kasus Bowo Sidik

Diberitakan, KPK menetapkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso dan anak buahnya, staf PT Inersia bernama Indung sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait distribusi pupuk. Selain Bowo dan Indung, KPK juga menjerat Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti sebagai tersangka. Para pihak tersebut ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa intensif usai ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (27/3) hingga Kamis (28/3) dini hari.



Sumber: Suara Pembaruan