Tingkatkan Kualitas PTS, Menristekdikti Dorong Percepatan Proses Merger

Tingkatkan Kualitas PTS, Menristekdikti Dorong Percepatan Proses Merger
Muhammad Nasir. ( Foto: Antara )
Maria Fatima Bona / CAH Rabu, 10 April 2019 | 07:20 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) mengatakan mutu dan kualitas perguruan tinggi menjadi perhatian serius pemerintah. Salah satunya melalui kebijakan merger atau pengabungan perguruan tinggi swasta(PTS), khususnya, mendorong PTS.

Nasir menuturkan, melalui program merger maka PTS dengan jumlah mahasiswa yang minim dapat disatukan dengan PTS lain dalam satu yayasan. “Kami berharap dengan dengan penggabungan PTS yang masih berada di bawah naungan satu yayasan dapat menciptakan perguruan tinggi yang semakin kuat dan berkualitas,” kata Nasir saat mengunjungi ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bhakti Kencana, Bandung, Selasa (9/4/2019).

Nasir menuturkan, program merger ini dilakukan selain untuk peningkatan mutu dan kualitas PTS juga untuk mengurangi jumlah perguruan tinggi. Pasalnya, jumlah perguruan tinggi Indonesia saat telah mencapai 4.570 perguruan tinggi yang tersebar seluruh Indonesia dengan kesenjangan kualitas sangat besar.

Oleh karena itu, kebijakan merger ini terus didorong agar dapat segera mewujudkan perguruan tinggi yang berkualitas. Khusus untuk yayasan Adiguna Bhakti Kencana, Nasir menyebutkan, saat ini ada 11 perguruan tinggi yang bernaung di bawah yayasan tersebut dan telah bersedia dimerger.

Nasir menuturkan, Kemristekdikti akan mempercepat proses mergernya. Selanjutnya, Nasir juga berharap, mendatang tidak hanya perguruan tinggi di bawah satu yayasan saja yang dapat di merger namun juga dari yayasan yang berbeda. “Akan kami siapkan skema baru, merger perguruan tinggi dari berbeda yayasan sedang kami bahas saat ini,” jelas M Nasir.

Selanjutnya, Nasir menyebutkan, merger adalah wacana nasional untuk menyehatkan PTS. Selain itu, bagi PTS yang sedang sakit, pemerintah melakukan pembinaan. "Marger PTS, saya tugaskan ke Dirjen Kembagaan. Jadi dalam intinya memerger itu adalah menyehatkan universitas atau PT yang ada. Yaitu kalau PT ada dalam satu yayasan harapan saya, dia menjadi satu. Itu akan lebih mudah dan efisien,"ujarnya.

Nasir juga menyebutkan, tidak mudah untuk melakukan marger PTS. Banyak kendala ditemukan dilapangan. Namun Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui Direktorat Kelembagaan akan terus mendorong PTS melakukan peningkatan mutu.



Sumber: BeritaSatu.com