Penganiayaan ABG Berbumbu Asmara di Pontianak Disidik Polisi

Penganiayaan ABG Berbumbu Asmara di Pontianak Disidik Polisi
Brigjen Dedi Prasetyo. ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / AMA Rabu, 10 April 2019 | 13:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri angkat bicara soal pengeroyokan seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial AD (14) yang diduga dilakukan 12 siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pontianak, Kalimantan Barat.

“Saat ini Polresta Pontianak sudah penyidikan, dinaikkan. Untuk korban belum bisa dimintai keterangan. Teapi ibu korban sudah dimintai keterangan. Ada tiga orang dikenal korban,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Rabu (10/4/2019).

Rencana penyidik yakni meminta visum ke RS di mana korban dirawat, meminta keterangan ibu korban kembali, dan hari ini meminta keterangan saksi.

“Untuk terlapor sudah di identifikasi penyidik Polresta Pontianak. Artinya proses jelas tapi karena di bawah umur ada pendampingan dari KPAI. Mereka adalah F, T, dan M. Semuanya 17 tahun,” tambah Dedi Prasetyo.

Pemicu pengeroyokan adalah masalah asmara antara kakak sepupu korban dan salah satu pelaku pengeroyokan. Saat itu, korban turut berkomentar di laman Facebook kakak sepupunya. Namun, komentarnya dianggap menyinggung salah satu pelaku.

Korban pun diajak ke Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya. Di dua lokasi tersebut para pelaku melakukan tindak kekerasan. Kasus ini viral di media sosial.



Sumber: BeritaSatu.com