Kasus Suap Bos Borneo Lumbung, Bupati Temanggung Diperiksa KPK

Kasus Suap Bos Borneo Lumbung, Bupati Temanggung Diperiksa KPK
Bos PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BORN) Samin Tan (berdiri) dalam sidang di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu. ( Foto: Antara / Antara )
Fana Suparman / FMB Rabu, 10 April 2019 | 14:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Bupati Temanggung Al Khadziq, Rabu (10/4/2019). Suami dari mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar Eni Maulani Saragih itu dijadwalkan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terminasi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (PT AKT) di Kementerian ESDM yang menjerat bos PT Borneo Lumbung Energi dan Metal, Samin Tan.

"Yang bersangkutan (Al Khadziq) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SMT (Samin Tan)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Selain Al Khadziq, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa seorang saksi dari unsur swasta bernama Mahbub. Seperti halnya Al Khadziq, Mahbub juga diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Samin Tan.

Diketahui, dalam kasus ini, Samin Tan diduga menyuap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Golkar, Eni Maulani Saragih sebesar Rp 5 miliar. Suap tersebut untuk mengurus terminasi PKP2B PT AKT di Kementerian ESDM. Sebagai Wakil Ketua Komisi VII DPR dan anggota Panja Minerba Komisi VII, Eni menyanggupi permintaan Samin Tan dan berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kementerian ESDM.

Eni mengaku menerima suap dari Samin Tan dan gratifikasi dari sejumlah pengusaha lain untuk membiayai kampanye Al Khadziq yang mengikuti Pilkada Kabupaten Temanggung tahun 2018 lalu.



Sumber: Suara Pembaruan