Warga Palu Ingatkan Jangan Nodai Pancasila

Warga Palu Ingatkan Jangan Nodai Pancasila
Ilustrasi Pemilu 2019. ( Foto: Antara )
John Lorry / JEM Rabu, 10 April 2019 | 15:22 WIB

Palu, Berisatu.com - Sekitar 1.000 warga Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) dari berbagai organisasi etnis, suku dan agama mendeklarasikan Pemilu Damai di Palu, Selasa (9/4/2019).

Sejumlah poin penting yang dideklarasikan sebagai pernyataan sikap masyarakat. Di antaranya tidak boleh menodai Pancasila sebagai dasar negara. Jangan mengusik Undang-Undang Dasar 1945. Harus menjaga Bhineka Tunggal Ika.
Kemudian jangan merusak toleransi antaragama dan bermasyarakat, jangan mencabik Bendera Merah Putih, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati.

“Kami akan usir kalian dari Tanah Kaili (Palu) yang merusak kerukunan bangsa, " tegas Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Palu Ismail Pangeran, saat membacakan pernyataan sikap tersebut.

Deklarasi yang dipusatkan di Lapangan Vatulemo, Kota Palu itu, digagas Pemerintah Kota Palu dengan melibatkan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Kepolisian Resor (Polres) Palu, dan Komando Daerah Militer (Kodim) 1306 Donggala.

Wakil Wali Kota Palu Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu yang hadir dalam deklarasi itu berharap deklarasi tersebut menjadi momentum untuk menjaga kesolidan antar warga Kota Palu.

Pasha Ungu mengatakan, warga Palu tidak boleh mudah dipecah belah oleh oknum-oknum atau kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab lewat berita bohong atau  hoaks.

"Kota Palu ini adalah etalase dari Sulawesi Tengah dan menjadi alat ukur kemajuan seluruh aspek kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, Palu sebagai ibu kota Provinsi Sulteng ini harus kita jaga bersama," kata Pasha Ungu.

Dia pun berharap, pesta demokrasi Pemilu 17 April 2019 di Palu nantinya dapat berjalan lancar, tertib, aman dan jauh dari tindakan-tindakan anarkis.

“Ini merupakan wujud komitmen warga Kota Palu untuk menciptakan pemilu yang damai, berjalan lancar dan aman karena ini merupakan pesta demokrasi kita semua,” ujar Pasha Ungu.

Deklarasi tersebut juga dirangkakan dengan pembentangan bendera merah putih sepanjang 500 meter oleh peserta didik dari sejumlah sekolah di Kota Palu.



Sumber: Suara Pembaruan