KPU Imbau Polisi Segera Tindak Penyebar Hoax Hasil Perolehan Suara Luar Negeri

KPU Imbau Polisi Segera Tindak Penyebar Hoax Hasil Perolehan Suara Luar Negeri
Arief Budiman. ( Foto: Antara )
Yustinus Paat / JAS Rabu, 10 April 2019 | 16:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum Arief Budiman meminta aparat keamanan atau polisi segera menangkap penyebar hoax hasil perolehan suara Pemilu di Luar Negeri. Arief menegaskan bahwa hasil perolehan tersebut sudah jelas hoax karena hasil perolehan suara di Luar Negeri baru diketahui setelah 17 April 2019.

"Iya, kami mengimbau polisi bisa menindak. Karena itu jelas, berita itu enggak benar," ujar Arief di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Rabu (10/4).

Arief mengaku, jika kasus hoax tersebut dilaporkan oleh KPU, maka prosesnya agak panjang. Selain itu, kata dia, energi KPU juga akan tersita untuk mengurus kasus hoax tersebut, sementara masih banyak hal teknis penyelenggaraan pemilu yang harus diselesaikan KPU.

"Kalau harus pakai laporan, terus terang saja prosesnya akan panjang. Kami sebetulnya energinya itu tidak banyak karena sudah tercurahkan tenaganya dengan persiapan-persiapan pelaksanaan pemilu ini," pungkas Arief.

Sebelumnya, Komisioner KPU Hasyim Asy'ari menegaskan bahwa kabar atau berita yang menyebutkan hasil perolehan suara Pemilu 2019 Luar Negeri adalah hoax. Meskipun pemungutan suara luar negeri sudah mulai dilaksanakan pada 8 sampai 14 April 2019, namun hasil perolehan suara pemilu LN (real count) baru dapat diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai.

"Bila sekarang ini beredar kabar tentang perolehan suara pemilu LN, dapat dipastikan hasil tersebut bukan hasil resmi atau real count yang dilakukan oleh Panitia Penyelenggara Luar Negeri atau PPLN dan Panitia Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPSLN," ujar Hasyim dalam keterangannya, Rabu (10/4/2019).

Hasyim mengungkapkan bahwa kegiatan pemungutan suara Pemilu 2019 di Luar Negeri dilaksanakan sebagaimana jadwal dalam SK KPU Nomor 644/2019 yaitu early voting pada tanggal 8-14 April 2019. Kegiatan pemungutan suara di LN dilaksanakan dengan tiga metode, yakni memilih di TPSLN yg berada di kantor perwakilan RI (KBRI/KJRI/KDEI), memilih dengan Kotak Suara Keliling (KSK) yang bertempat di dekat pemukiman atau tempat kerja WNI dan metode pos.

"Namun, kegiatan penghitungan suara pemilu di LN tetap dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 sesuai waktu setempat. Hasilnya, baru diketahui setelah proses penghitungan suara 17 April 2019 selesai," tandas dia.

Hasyim juga menyampaikan bahwa beberapa wilayah di luar negeri yang sudah dan sedang menyelenggarakan pemungutan suara, antara lain, di Sana'a (Yaman) pada Senin 8 April 2019, Panama City (Panama) dan Quito (Ekuador) pada Selasa, 9 April 2019, serta Bangkok (Thailand) dan Songkhla (Thailand) pada 10 April 2019.

"Selain jadwal tersebut, kegiatan pemungutan suara di LN belum dilaksanakan. Dengan demikian terhadap kabar tentang perolehan suara pemilu di LN yg beredar luas di masyarakat adalah kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com