Banjarnegara Terima Bantuan Pemprov Jateng Rp 59,3 Miliar

Banjarnegara Terima Bantuan Pemprov Jateng Rp 59,3 Miliar
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyerahkan bantuan keuangan provinsi untuk Kabupaten Banjarnegara, yang diterima langsung Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono, di Pendapa Dipayuda, Rabu (10/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Stefy Thenu )
Stefi Thenu / FER Rabu, 10 April 2019 | 17:31 WIB

Banjarnegara, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan keuangan provinsi untuk Kabupaten Banjarnegara di Pendapa Dipayuda, Rabu (10/4/2019). Total bantuan senilai Rp 59,3 miliar.

Bantuan diterima langsung Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, disaksikan ratusan warga penerima manfaat. Bantuan tersebut, terdiri atas bantuan keuangan Pemkab Banjarnegara sebesar Rp 14,98 miliar. Peningkatan ruas jalan penghubung antara Banjarnegara dengan Batang sebesar Rp 7 miliar. Untuk renovasi 798 RTLH sebanyak Rp 7,98 miliar dan untuk bantuan 266 desa sebanyak Rp 24,32 miliar.

Baca Juga: Jateng Akan Terapkan Pendidikan Antikorupsi

Budhi Sarwono merasa sangat bersyukur karena dengan bantuan tersebut pembangunan di wilayahnya menyentuh sampai lapisan terbawah.

"Pembangunan ini bukan sekadar fisik atau material, namun manusianya juga dibangun. Karena bantuan Pemprov Jateng ini juga menyasar ke pendidikan, kesehatan serta kesejahteraan," kata pria yang akrab disapa Wing Chin itu.

Bantuan tersebut belum termasuk dana pendidikan yang jumlahnya sekitar Rp 140 miliar. Jumlah tersebut hampir sama dengan dana pendidikan tahun 2018 sebesar Rp140,45 miliar. Sementara total bantuan Pemprov untuk Banjarnegara tahun 2018 sebesar Rp 243,78 miliar.

Rinciannya, Bantuan Keuangan untuk Pemkab Banjarnegara sebesar Rp 60,89 miliar. Untuk pendidikan sebesar Rp 140,45 miliar. Bantuan untuk 266 desa sebesar Rp 25,84. Untuk renovasi 774 RTLH sebesar Rp 7,74 miliar.

"RTLH ini kita keroyok dengan anggaran Pemkab, terimakasih pak bupati karena dengan dukungan ini penurunan kemiskinan Jateng tahun lalu terbaik nasional," kata Ganjar Pranowo.

Dalam kesempatan itu, hadir pula ibu-ibu dari kelompok industri rumah tangga. Masing-masing membawa produk hasil UMKM, seperti keripik dan sambal.

"Namanya Sambal Judes, tak kira penjualnya galak ternyata judes singkatan dari juragan pedes. Sangat kreatif itu meski sederhana hanya di Facebook. Dan penjualannya sudah sampai Cirebon, Cilacap, Pekalongan bahkan sampai Bali," kata Ganjar.

Hadirnya ibu-ibu kreatif tersebut, kata Ganjar, merupakan temuan dari metode pemberian bantuan yang dilakukan secara langsung pada masyarakat, sehingga bisa didampingi agar mendapat pendampingan usaha agar berkembang.

"Sekarang ini UKM kita buru agar mendapatkan akses permodalan dan pendampingan. Jadi persoalan marketing, permodalan bisa teratasi," katanya.

Selain memberikan bantuan tersebut, Ganjar juga menjalani sejumlah agenda di kabupaten Banjarnegara. Dari merenovasi rumah tidak layak huni milik Sumarti di Margayasa dan meninjau jembatan ambrol serta menengok nenek-nenek sakit di desa Matrianom Kecamatan Purwanegara.

"Mbah Sumarti tadi hidup sebatang kara. Nah yang bertanggung jawab siapa? Maka kita hadir untuk bangunkan rumah. Saya berterimakasih sama pak Kades dan Pak Camat yang siap gotong royong. Tapi bukan dari APBD, karena tanahnya bukan milik sendiri. Banyak yang bisa kita gunakan," kata Ganjar.



Sumber: Suara Pembaruan