Gangguan kepada Prabowo-Sandi Justru Dinilai Menguntungkan

Gangguan kepada Prabowo-Sandi Justru Dinilai Menguntungkan
Calon Presiden 02 Prabowo Subianto kampanye akbar di Stadion Kridosono Yogyakarta, Senin (8/4/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani )
Carlos KY Paath / FER Rabu, 10 April 2019 | 18:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gangguan yang menerpa kampanye pasangan calon (paslon) 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) berdampak positif. Elektabilitas Prabowo-Sandi justru terdongkrak akibat gangguan yang muncul.

Baca Juga: Politik Putih Itu Tanpa Serangan Fajar dan Kecurangan

Demikian dikemukakan pengamat politik, Tony Rosyid dalam Diskusi Topic of The Week bertajuk "Kampanye 02 Sering Diganggu: Tegakkan Fair Play!" di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

"Semakin gangguan dilakukan, maka menguntungkan buat 02. Jadi menurut saya, elektabilitas 02 itu semakin tinggi naiknya. Saya tidak bisa membayangkan andaikata gangguan itu tidak ada, potensi menang Prabowo-Sandi meragukan," kata Tony.

Baca Juga: Prabowo Sowan ke Sri Sultan HB X

Tony mengungkap, dulu Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pernah disebut 'jenderal kanak-kanak'. Ketika itu, SBY masih menjabat menteri koordinator politik dan keamanan. Penyematan 'jenderal kanak-kanak', masih kata Tony, melambungkan nama SBY.

"Kalimat 'jenderal kanak-kanak' ini jadi pintu Pak SBY maju pada 2004 dan menang. Sementara Pak Prabowo, justru banyak sikap, perilaku, kalimat yang menyerang beliau. Membuat pemilih undecided dan swing memilih Prabowo,” ujar Tony.

Baca Juga: Demokrat Apresiasi Kampanye Akbar Prabowo-Sandi

Tony mengaku heran kubu paslon 01 tak menyadari bahwa serangan kepada Prabowo-Sandi justru menuai hasil positif. "Kalau seandainya gangguan itu tidak pernah dilakukan 01, saya enggak yakin terjadi crossing suara," ucap Tony.

Tony pun menyebut, "Kalau saya tim Prabowo, dengan gangguan ini banyak-banyak sujud syukur, baca hamdalah, memuji Tuhan. Karena gangguan ini membuat peluang menang jadi besar. Banyak yang tanya kepada saya menang mana? Sulit membuat analisis teoritis kalau 01 bisa menang.”



Sumber: Suara Pembaruan