Prabowo Ingin Masyarakat Awasi dan Kawal Penghitungan Suara

Prabowo Ingin Masyarakat Awasi dan Kawal Penghitungan Suara
Habiburokhman. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / FER Rabu, 10 April 2019 | 18:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Calon presiden (capres) 02, Prabowo Subianto, dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab, berharap agar masyarakat mengawal penghitungan suara Pemilu 2019. Sebab, praktik kecurangan rentan terjadi di tempat pemungutan suara (TPS).

Hal itu disampaikan Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman dalam Diskusi Topic of The Week bertajuk "Kampanye 02 Sering Diganggu: Tegakkan Fair Play!" di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

"Seruan Pak Prabowo dan Pak Habib Rizieq, kita semua jadi saksi datang ke TPS. Kalau dulu kita penghitungan habis coblos pulang. Sekarang kita stay. Kalau perlu kita giliran. Kita bikin shift. Bawa rantang, singkong, kacang, minuman dari rumah masing-masing,” kata Habiburokhman.

Menurut sekretaris direktorat hukum dan advokasi BPN Prabowo-Sandi tersebut, segala macam potensi kecurangan bisa dipantau.

"Hanya itu satu-satunya cara. Pada akhirnya kan kecurangan itu besar di TPS. Misal orang yang milih dua kali," tegas Habiburokhman.

Habiburokhman menyatakan, pihaknya tak ingin memboikot Pemilu, apalagi menolak tahapan selanjutnya. "Kita sudah keras ke KPU. Pada akhirnya, sekali lagi, di lapangan yang menentukan," ucap Habiburokhman.

Habiburokhman mengungkap, sejumlah temuan dugaan kecurangan seperti 17,5 juta pemilih bermasalah dalam daftar pemilih tetap (DPT) telah dikritisi.

"Kita enggak mungkin juga keras-kerasan dengan KPU. Memang DPT enggak akan pernah sempurna," tandas Habiburokhman.

"Soal 17,5 juta pemilih itu baru potensi kecurangan. Misalnya ada orang yang tanggal lahirnya tanggal 1 bulan 1 itu jumlahnya banyak sekali. Sudah enggak normal kalau dalam konteks statistik. Bisa 10 kali lipat jumlah angka lahir penduduk lain," pungkas Habiburokhman.



Sumber: Suara Pembaruan