Jokowi Tanggapi Kasus Perundungan dan Penganiayaan di Pontianak

Jokowi Tanggapi Kasus Perundungan dan Penganiayaan di Pontianak
Presiden RI, Joko Widodo. ( Foto: istimewa )
/ WIN Rabu, 10 April 2019 | 19:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta orangtua dan guru menyikapi perubahan sosial untuk mencegah perundungan terhadap anak-anak.

"Karena pola interaksi sosial yang sudah berubah, sehingga orangtua, guru, masyarakat, juga bersama-sama merespon perubahan-perubahan yang ada, meluruskan hal yang tidak betul di lapangan. Ini harus disikapi secara bersama-sama," kata Presiden usai menghadiri acara Silaturahmi Nasional Pemerintah Desa Se-Indonesia di Stadion Tenis Indoor, Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Sebelumnya terjadi perundungan berujung penganiayaan kepada siswi SMP berinisial AU (14) dan menjadi korban penganiayaan dari 12 orang siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat yang menyebabkan kekerasan fisik.

Jokowi menilai masalah perundungan berkaitan dengan pola interaksi sosial antarmasyarakat yang berubah melalui media sosial. Untuk itu, Jokowi mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap dampak negatif penggunaan media sosial.

Orangtua dirasa perlu untuk mengawasi anak-anak dalam menggunakan media sosial.

"Karena ada sebuah pergeseran, masa transisi, perubahan interaksi sosial antar masyarakat yang berubah karena keterbukaan media sosial," jelas Presiden.

Dia menambahkan masyarakat Indonesia turut berduka atas tragedi penganiayaan tersebut.

Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mendukung seluruh proses hukum dalam penanganan kasus tersebut sejalan dengan sistem peradilan pidana anak.

Penanganan anak sebagai pelaku kekerasan mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.



Sumber: ANTARA