Bupati Cianjur Segera Diadili Atas Kasus Suap Dana Pendidikan

Bupati Cianjur Segera Diadili Atas Kasus Suap Dana Pendidikan
Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar (kiri) dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi (kanan) mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan terkait OTT kasus korupsi dana pendidikan Kabupaten Cianjur di Gedung KPK, Jakarta, 13 Desember 2018. ( Foto: Antara / Indriarto Eko Suwarso )
Fana Suparman / MPA Rabu, 10 April 2019 | 19:35 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan kasus dugaan suap terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 yang menjerat Bupati nonaktif Cianjur, Irvan Rivano Muchtar. Selain Irvan Rivano, tim juga telah menyelesaikan berkas perkara tiga tersangka lainnya kasus ini yakni, Kadisdik Cianjur, Cecep Sobandi, Kabid SMP di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Rosidin, dan Kakak Ipar Bupati Cianjur, Tubagus Cepy Sethiady. Dengan demikian, keempat tersangka, termasuk Irvan bakal segera diadili atas kasus suap tersebut.

Jubir KPK, Febri Diansyah mengatakan, berkas penyidikan keempat tersangka telah dinyatakan lengkap atau P21. Untuk itu, tim penyidik melimpahkan berkas perkara, barang bukti dan keempat tersangka ke tahap penuntutan atau tahap II.

"Penyidikan untuk empat orang tersangka dalam kasus dugan suap terkait dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Kabupaten Cianjur Tahun 2018 telah selesai. Hari ini dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti ke penuntutan," kata Febri melalui pesan singkat, Rabu (10/4).

Dengan pelimpahan ini, Tim jaksa penuntut umum KPK memiliki waktu 14 hari untuk menyusun surat dakwaan terhadap keempat tersangka tersebut. Nantinya, surat dakwaan terhadap Irvan dan tiga tersangka lainnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung untuk disidangkan. "R‎encana sidang akan dilakukan di Bandung," terangnya.

Dalam menuntaskan pengusutan kasus ini, tim penyidik telah memeriksa 51 saksi. Puluhan saksi tersebut terdiri dari unsur Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, ‎Sekretaris Bupati, ‎Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, ‎Para Kepala Sub Rayon, ‎Kepala Sekolah, P‎NS dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Notaris, serta pihak
Swasta‎. Sementara masing-masing tersangka sudah diperiksa sebanyak dua kali.

Diketahui, KPK menetapkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait dana alokasi khusus (DAK) Cianjur untuk bidang pendidikan. Selain Irvan, status tersangka juga disematkan KPK terhadap Kepala Dinas Pendidikan Cianjur, Cecep Sobandi; Kabid SMP Disdik Cianjur Rosidin serta Tubagus Chepy Sethiady yang merupakan kakak ipar Irvan.

Irvan bersama sejumlah pihak lain diduga telah meminta, menerima atau memotong pembayaran terkait DAK Pendidikan Cianjur tahun 2018 sebesar sekitar 14,5% dari total Rp 46,8 miliar. Uang tersebut dikumpulkan Taufik Setiawan atau Opik, Bendahara Majelis Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Cianjur dan Rudiansyah, Ketua MKKS. Keduanya berperan sebagai pihak yang menagih fee dari DAK pendidikan pada sekitar 140 kepala sekolah yang telah menerima DAK tersebut. Diduga alokasi fee untum Irvan adalah 7% dari alokasi DAK tersebut.

Saat OTT terhadap Irvan, tim Satgas KPK menyita uang tunai sejumlah Rp1,5 miliar. Diduga telah terjadi pemberian sesuai dengan tahap pencairan DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur 2018.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Irvan dan tiga tersangka lainnya disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.



Sumber: Suara Pembaruan