Polresta Pontianak Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penganiayaan Siswi SMP

Polresta Pontianak Tetapkan 3 Tersangka Kasus Penganiayaan Siswi SMP
Justice for Audrey ( Foto: istimewa / istimewa )
/ WIN Rabu, 10 April 2019 | 19:51 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Polresta Pontianak, Kalimantan Barat menetapkan tiga tersangka kasus penganiayaan terhadap siswi SMP berinisial AU (14) di Kota Pontianak. Tiga tersangka itu yakni berinisial FZ, TP dan NN yang merupakan siswi SMA.

"Dari hasil pemeriksaan, akhirnya kami menetapkan tiga orang sebagai tersangka, sementara lainnya sebagai saksi," kata Kapolresta Pontianak, Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir di Pontianak, Rabu (10/4/2019).

Dari hasil pemeriksaan, ketiganya mengakui penganiayaan, tetapi tidak melakukan pengeroyokan dan merusak area sensitif korban seperti informasi yang beredar di media sosial.

"Ketiga tersangka dikenakan Pasal 80 Ayat 1 No. 35/2014 tentang Perubahan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman tiga tahun enam bulan penjara atau kategori penganiayaan ringan sesuai hasil visum oleh pihak Rumah Sakit Mitra Medika," kata Anwar.

Sesuai dengan UU No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, maka dilakukanlah diversi (pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana).

"Baik korban dan tersangka sama-sama anak-anak, sehingga semua tahapan harus didampingi oleh pihak orangtua dan KPPAD Kalbar sesuai dengan hak mereka," kata Anwar.

Kapolresta juga menambahkan hasil visum oleh pihak rumah sakit tidak ada luka atau memar di area sensitif korban, hal itu diperkuat dari keterangan ketiga tersangka dan sembilan saksi yang diperiksa yang membantah pernyataan tersebut.

"Fakta ada, pelaku menjambak rambut korban, mendorong hingga jatuh, lalu ada tersangka yang memiting dan ada tersangka yang melempar menggunakan sandal," ungkap Anwar.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mempercayai informasi yang menyesatkan di media sosial terkait beredarnya informasi bahwa pelaku mengerusak area sensitif korban.



Sumber: ANTARA