Nusron Diminta Jujur Soal Perintah Amplop Serangan Fajar

Nusron Diminta Jujur Soal Perintah Amplop Serangan Fajar
Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso (tengah) dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 28 Maret 2019. ( Foto: ANTARA )
Fana Suparman / FER Rabu, 10 April 2019 | 20:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso meminta koleganya, Nusron Wahid jujur mengenai 400.000 amplop yang dipersiapkan untuk serangan fajar Pemilu 2019.

Sebelumnya, Bowo mengaku 400.000 amplop tersebut dipersiapkannya atas perintah Nusron yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

Baca Juga: Nusron dan Bowo Bahas Serangan Fajar Saat Bertemu di DPR

Sebagai muslim yang baik, kata Bowo, Nusron seharusnya berterus terang mengenai perintahnya menyiapkan amplop serangan fajar tersebut.

Hal ini dikatakan Bowo usai diperiksa penyidik KPK sebagai tersangka kasus dugaan suap kerja sama pengangkutan pupuk antara PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Humpuss Transportasi Kimia di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

"Ya Nusron kan seorang Muslim ya. Seorang muslim yang beriman ya. Yaa gitu (seharusnya jujur)," kata Bowo.

Bowo mengaku sudah membeberkan mengenai ratusan ribu amplop serangan fajar tersebut kepada tim penyidik KPK. Tak hanya itu, kepada penyidik KPK, Bowo juga diduga menyampaikan mengenai sumber uang Rp 8 miliar yang kemudian diubah menjadi pecahan Rp 20.000 dan Rp 50.000 serta dimasukkan dalam 400.000 amplop tersebut.

"(Informasi) sudah di penyidik ya," kata Bowo.

Baca Juga: KPK Tegaskan Amplop Serangan Bowo Sidik untuk Pileg

Sebelumnya, Bowo menyeret nama politikus Golkar, Nusron Wahid terkait ratusan ribu amplop serangan fajar ini. Bowo mengklaim diperintahkan Nusron yang kini menjabat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk menyiapkan ratusan ribu amplop tersebut.

"Saya diminta oleh partai menyiapkan 400.000 (amplop), Nusron Wahid meminta saya untuk menyiapkan 400.000 (amplop)," kata Bowo usai diperiksa tim penyidik KPK di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Bowo kembali menegaskan diminta Nusron Wahid yang juga caleg petahana Partai Golkar dari Dapil Jateng II saat dikonfirmasi mengenai kepentingan ratusan ribu amplop tersebut terkait Pilpres atau Pileg. "Diminta Nusron Wahid untuk menyiapkan itu," kata Bowo.

Kembali dikonfirmasi untuk kepentingan Pileg atau Pilpres, Bowo kemudian menyebut posisi Partai Golkar di pemilu 2019. "Yang jelas partai kami dukung 01," kata Bowo sambil masuk mobil tahanan.



Sumber: Suara Pembaruan