Korupsi Asuransi Migas, Eks Direktur Jasindo Dihukum 7 Tahun

Korupsi Asuransi Migas, Eks Direktur Jasindo Dihukum 7 Tahun
Terdakwa mantan Dirut PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Budi Tjahjono (tengah) meninggalkan ruangan usai menjalani sidang tuntutan terkait kasus dugaan korupsi pembayaran komisi fiktif dalam pengadaan asuransi minyak dan gas pada BP Migas-KKKS tahun 2010 2012 dan tahun 2012-2014 di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/3/2019). Jaksa penuntut umum KPK menuntut Budi Tjahyono dengan hukuman 9 tahun penjara denda Rp 600 juta dan subsider 6 bulan. ( Foto: ANTARA FOTO / Reno Esnir )
Fana Suparman / JAS Rabu, 10 April 2019 | 20:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 7 tahun pidana penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap mantan Direktur Utama PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Budi Tjahjono.

Majelis Hakim menyatakan Budi Tjahjono telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama melakukan korupsi terkait pembayaran kegiatan fiktif agen PT Jasindo dalam asuransi minyak dan gas di BP Migas atas kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tahun 2010-2012 dan 2012-2014 yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 16 miliar.

"Mengadili, menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," kata Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri saat membacakan amar putusan terhadap Budo Tjahjono di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Tak hanya pidana penjara dan denda, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp 6 miliar dan US$ 462.795 dikurangi dengan uang yang telah dikembalikan saat proses penyidikan sebesar Rp 1 miliar.

Apabila uang itu tidak dapat dibayar setelah satu bulan putusan berkekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dilelang untuk membayar uang pengganti. Namun apabila harta itu tak mencukupi, maka diganti dengan penjara selama 1 tahun.

Vonis ini lebih ringan dari tuntutan penuntut umum KPK yang menuntut Budi Tjahjono dihukum sembilan tahun pidana penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan kurungan.

Majelis Hakim menyatakan, Budi Tjahjono bersama-sama mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT Asuransi Jasindo, Solihah, dan Kiagus Emil Fahmi Cornain yang disebut sebagai orang kepercayaan Raden Priyono selaku Kepala BP Migas terbukti merekayasa kegiatan agen dan komisi yang diberikan kepada agen PT Asuransi Jasindo seolah-olah sebagai imbalan jasa kegiatan agen atas penutupan asuransi aset dan kontruksi pada BP Migas-KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) tahun 2010-2012 dan 2012-2014.

Perbuatan Budi dilakukan dengan cara PT Asuransi Jasindo sebagai konsorsium seolah-olah menggunakan jasa agen, KM Iman Tauhid. Sedangkan dalam pengadaan jasa aset industri, Sumur dan aset LNG BP Migas-KKKS tahun 2012-2014, dan penutupan konsorsium asuransi proyek kontruksi KKKS 2012-2014, PT Asuransi Jasindo seolah-olah menggunakan jasa agen Supomo Hidjazie.

"KM Iman Tauhid Khan dan Supomo Hidjazie sebagai agen tidak melakukan kegiatan yang semestinya terkait dengan penutupan asuransi," kata hakim.

Perbuatan Budi dinilai memenuhi unsur Pasal 2 Ayat (1) Juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 65 Ayat (1) KUHP.

Atas putusan Majelis Hakim ini, Budi Tjahjono selaku terdakwa dan Jaksa KPK menyatakan pikir-pikir.



Sumber: BeritaSatu.com