Polisi: Tak Ada Penganiayaan pada Organ Vital Audrey

Polisi: Tak Ada Penganiayaan pada Organ Vital Audrey
Justice for Audrey ( Foto: istimewa / istimewa )
Aichi Halik / AHL Rabu, 10 April 2019 | 21:34 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Polisi menyampaikan hasil visum Audrey, siswi SMP (14) di Pontianak, Kalimantan Barat, yang diduga telah mengalami pengeroyokan dan penganiayaan.

Menurut Kapolresta Pontianak Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir, hasil visum menunjukkan tidak ada bekas penganiayaan di bagian organ vital Audrey.

"Kondisi kepala tidak ada bengkak atau benjolan, kemudian mata tidak ada memar penglihatan normal, THT ditekan nyeri dan tidak ditemukan darah," kata Anwar di Mapolresta Pontianak, Kalbar, Rabu (10/4/2019).

Selaput dara yang selama ini dipermasalahkan oleh kebanyakan warganet juga tidak tampak luka robek atau memar.

Anwar bahkan sampai mengulangi pernyataan tersebut dua kali.

"Saya ulangi, alat kelamin selaput dara tidak tampak luka robek atu memar," tegas Anwar.

"Dada, tampak simetris tidak ada memar atau bengkak, jantung dan paru dalam batas normal. Kemudian perut, datar tidak ditemukan memar dan bekas luka tidak ditemukan," imbuh Anwar.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pemkot akan menanggung seluruh biaya rumah sakit dan terus mengecek perkembangan kesehatan Audrey.

"Besok kita akan cek kondisi korban karena mungkin masih traumatik. Menurut keluarga korban memang ada penganiayaan. Sekarang kasusnya sudah ditangani Polresta Pontianak," ujar Edi Rusdi.



Sumber: BeritaSatu TV