Peringati Hari Air Dunia, PJT II Gelar Bersih-Bersih Massal

Peringati Hari Air Dunia, PJT II Gelar Bersih-Bersih Massal
Dari kiri ke kanan: Direktur Operasi dan Pengembangan Perum Jasa Tirta II Antonius Aris Sudjatmiko, Direktur Keuangan dan SDM PJT II Haris Zulkarnain, Wakil Bupati Purwakarta H Aming, dan Direktur Utama PJT II U Saefudin Nur mengumpulkan eceng gondok di Pantai Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Rabu (10/4/2019). ( Foto: suarapembaruan / Yuliantino Situmorang )
Yuliantino Situmorang / YS Rabu, 10 April 2019 | 21:46 WIB

Jatiluhur, Beritasatu.com – Perum Jasa Tirta II menggelar kegiatan bersih-bersih waduk dan saluran air secara massal di wilayah kerja mereka selama tiga pekan. Kegiatan itu sebagai bagian dari Gerakan Bersihkan Air dan Menjaga Kesinambungan Sumber Air dalam rangka peringatan Hari Air Dunia ke 27 dan HUT Ke-21 BUMN.

“Gerakan bersihkan air di Waduk Jatiluhur ini menjadi upaya perusahaan melindungi dan melestarikan waduk sebagai salah satu sumber air yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Direktur Utama PJT II U Saefudin Noer di Pelabuhan Biru, Waduk Jatiluhur, Rabu (10/4/2019).

Siang itu, Saefudin bersama karyawannya bergotong-royong membersihkan perairan Waduk Jatiluhur dari eceng gondok dan sampah. Pertumbuhan eceng gondok secara massif di perairan Waduk Jatiluhur selama ini mengganggu operasional pengelolaan waduk dan lalu lintas perairan.

Dikatakan, PJT II sebagai BUMN yang bertugas mengelola waduk terbesar di Indonesia berupaya agar kehadiran waduk dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Melalui penugasan umum yang diberikan pemerintah, PJT II mengairi areal pertanian sekitar 300.000 hektare (ha) di Jawa Barat bagian utara secara gratis kepada para petani.

Bila diasumsikan produksi rata rata padi 5,5ton/ha/musim, maka PJT II mendukung produksi padi sebanyak 3,3jt ton per tahun atau setara dengan Rp 13,86 triliun perr tahun. Selain untuk irigasi, PJT II juga memasok sekitar 80 persen air baku untuk warga DKI Jakarta, pembangkitan listrik tenaga air, dan air minum dalam kemasan.

“Pengelolaan dan pemeliharaan waduk menjadi bentuk komitmen kita untuk melindungi dan melestarikan sumber daya air bagi ketahanan pangan nasional yang berkesinambungan ," ujar dia.

Saat ini, kondisi air di bumi semakin menurun, sedangkan kebutuhan air terus bertambah karena itu konservasi sumber daya air menjadi suatu keharusan guna menjamin keberlangsungan hidup manusia.

Sejumlah upaya dilakukan PJT II untuk melindungi dan melestarikan sumber daya air melalui program konservasi penataan Sungai Mati (Oxbow), pengurangan limbah kotoran hewan di sungai melalui penggunaan biogas, penataan keramba jaring apung, perikanan tangkap berbasis budidaya, serta pengangkatan eceng gondok.

Kegiatan konservasi tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan air untuk masa depan agar air terus hadir bagi kehidupan manusia. Hal ini senada dengan tema peringatan Hari Air Dunia ke-27 Leaving No One Behind, semua orang berhak mendapatkan akses air.

Ia menjelaskan, ke depannya, guna berupaya mewujudkan akses air bagi masyarakat, PJT II juga memiliki proyek penyediaan air minum SPAM Regional Jatiluhur yang direncanakan dengan output keluaran sebesar 5000 liter per detik untuk melayani kebutuhan air minum di wilayah Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bekasi dan DKI Jakarta.

Gandeng Milenial
Saefudin Noer mengajak Hydro Gen Milenial PJT II membersihkan perairan Waduk Jatiluhur dari eceng gondok dan sampah. Pertumbuhan eceng gondok secara massif di perairan Waduk Jatiluhur selama ini mengganggu operasional pengelolaan waduk dan lalu lintas perairan.

“Generasi milenial kita ajak untuk peduli terhadap kelestarian sumber daya air,” ujar Saefudin.

Menurut dia, peran serta generasi milenial yang melek teknologi dan informasi dibutuhkan untuk mensosialisasikan kegiatan Gerakan Bersihkan guna menjaga kelestarian waduk sebagai salah satu sumber air bagi kehidupan masyarakat Jawa Barat.

“Kegiatan ini diharapkan dapat menarik perhatian masyarakat akan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, terutama kaum muda yang piawai menggunakan media sosial,” kata Saefudin.



Sumber: Suara Pembaruan