IMI dan ITDC Percepat Proses Sirkuit Mandalika untuk MotoGP

IMI dan ITDC Percepat Proses Sirkuit Mandalika untuk MotoGP
Direktur Utama Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Abdulbar Mansoer (kanan) bersama Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Sadikin Aksa (tengah) didampingi Head of Investment dan Marketing IITDC, Ricky Baheramsjah usai rapat kordinasi Homologasi Street Sirkuit Mandalika di kantor pusat IMI, Jakarta, Rabu, 10 April 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Hendro D Situmorang )
Hendro D Situmorang / JAS Rabu, 10 April 2019 | 22:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) bersama Ikatan Motor Indonesia (IMI) selaku badan organisasi balap Otomotif di Indonesia sekaligus perwakilan dari Federation International Motocyclisme (FIM) mendukung penuh sekaligus mempercepat proses administrasi pembangunan Sirkuit Mandalika atau Mandalika Street Circuit yang akan menjadi venue utama balap otomotif di antaranya MotoGP, Motul SBK, Kejuaraan Dunia Superbike (WSBK), dan balapan lainnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum IMI, Sadikin Aksa di Jakarta, Rabu (10/4/2019) seusai bertemu dengan ITDC atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero). ITDC selaku pemegang Promoter’s Agreement MotoGP di Indonesia dan penyelenggara balap MotoGP di Mandalika 2021 bersama dengan mitra penyelenggara yaitu MRK1 dan Roadgrip bertemu di kantor IMI Pusat.

"Agenda utamanya mengadakan rapat koordinasi homologasi pembangunan Sirkuit Mandalika di Lombok NTB dan persiapan penyelenggaraan balap MotoGP, termasuk training dan penyiapan race marshalls dan officials," kata Sadikin.

"Salah satu yang akan dilibatkan dalam penyiapan race marshalls adalah pemuda di sekitar area Mandalika. Hal ini sejalan dengan masukan Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah agar anak-anak muda Lombok dapat dilatih dan terlibat," ucap Sadikin.

Soal petugas lomba nantinya IMI dan FIM akan membantu dengan melatih orang-orang petugas asal Indonesia. Sadikin sendiri sudah berkomunikasi dengan negara-negara yang sudah menggelar MotoGP untuk membantu memberikan pelatihan.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer mengaku demi melancarkan gelaran tersebut, pihaknya selaku pihak penyelenggara terus berkoordinasi dengan Federasi Motor Balap Internasional (FIM) soal standar keamanan.

“Pertemuan dengan IMI sebagai bentuk komitmen kami dalam membawa ajang balap bergengsi ke Indonesia. IMI sebagai induk ajang balap di Tanah Air menjadi penasihat kami dalam proses pembangunan sirkuit. Bagaimanapun peran IMI sangat diperlukan agar tidak ada salah komunikasi dengan FIM,” kata Abdulbar.

Pihak FIM dalam waktu dekat bakal datang ke lokasi yang bakal dibangun sirkuit untuk melihat kelayakan dan kontur tanah di Mandalika. ITDC menegaskan bahwa proses homologasi akan selesai pada Mei mendatang. Setelah itu, pembangunan sirkuit secara menyeluruh bakal dimulai pada September mendatang.

“Setelah mendapatkan pengesahan, kami akan melakukan persiapkan konstruksi, pelelangan, pengadaan, dan lain-lain. Target kami September-Oktober mulai pengerjaan untuk pengaspalan. Kami harus membuat sirkuit ini siap pada 2021 dengan target selesai pada akhir 2020. Jadi, saat ini di lapangan kami hanya melakukan koordinasi prakonstruksi,” ungkap dia.

Pembangunan Sirkuit Mandalika diserahkan sepenuhnya kepada kontraktor asal Prancis, Vinci. Itu merupakan salah kontraktor terbesar yang sudah mengerjakan beberapa bangunan besar di beberapa negara. Salah satunya stadion milik Paris Saint Germain (PSG), Stade de France, yang memiliki kapasitas penonton sebesar 80.698.

“Kami masih melakukan penghitungan biaya soal seberapa besar dana yang diperlukan untuk membangun sirkuit. Tetapi, perlu ditekankan bahwa kami tidak sepenuhnya mengeluarkan dana untuk pembangunan. Seperti halnya sirkuit, itu Vinci yang akan membangunnya. Kami hanya menyewakan lahan kepada mereka,” kata Abdulbar yang terus melakukan komunikasi dengan pemerintah setempat agar masyarakat lokal mendukung berlangsungnya ajang balap motor tertinggi itu.



Sumber: Suara Pembaruan