Ditangkap dan Ditetapkan Tersangka, Rommy Praperadilankan KPK

Ditangkap dan Ditetapkan Tersangka, Rommy Praperadilankan KPK
Mantan ketua umum PPP Romahurmuziy (Rommy)tersangka dugaan suap. ( Foto: Beritasatu TV )
Fana Suparman / CAH Kamis, 11 April 2019 | 07:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy melakukan perlawanan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangkap dan menetapkannya sebagai tersangka kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemag). Rommy, sapaan Romahurmuziy mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel). Sidang perdana permohonan praperadilan yang diajukan Romy bakal digelar pada Senin, 22 April 2019 mendatang.

"KPK juga menerima surat dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait dengan praperadilan yang diajukan oleh pemohon M. Romahurmuziy untuk jadwal persidangan 22 April 2019 ini. Jadi tersangka mengajukan praperadilan dan KPK sudah menerima surat dari PN Jakarta Selatan," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/4/2019).

Febri menegaskan KPK siap menghadapi gugatan Rommy. Lembaga Antirasuah yakin dengan bukti-bukti yang dimiliki untuk menjerat Romy.

"KPK pasti akan menghadapi praperadilan tersebut apalagi Kami yakin dengan proses tangkap tangan yang dilakukan, bukti-bukti yang ada, dan juga proses di penyidikan yang sudah dilakukan," tegas Febri Diansyah.

Meski demikian, Febri mengaku belum mengetahui secara rinci poin-poin yang tercantum dalam gugatan praperadilan Romy. Saat ini, kata Febri, Biro Hukum KPK sedang mempelajari gugatan tersebut.

"Nanti saya pastikan lagi dengan Biro Hukum apa saja poinnya tapi yang pasti KPK pasti menghadapi praperadilan tersebut," katanya.

Baca Juga: KPK Duga Ada Pejabat Kemag Bekerja Sama dengan Rommy

Saat ini, status penahanan Rommy masih dibantarkan di Rumah Sakit Polri, Kramatjati. Penahanan Rommy dibantarkan sejak Selasa (2/4) lalu. Febri masih enggan mengungkap sakit yang diderita Rommy hingga dirawat di RS Polri.

"Kalau sakit apa tidak tepat jika saya yang menyampaikan karena itu kan domain pasien dan dokternya. Jadi kami menunggu informasi saja dari pihak rumah sakit. Yang pasti, berarti pihak dokter itu meyakini berdasarkan diagnosa dan pemeriksaan yang dilakukan saat ini RMY (Romahurmuziy) masih butuh rawat inap di Rumah Sakit Polri," katanya.

Gugatan praperadilan yang diajukan Rommy tak menghentikan langkah KPK mengusut kasus suap pengisian jabatan atau jual beli jabatan di Kemag. Pada Rabu (10/4), tim penyidik memeriksa Hadi Rahman yang diketahui merupakan Staf Khusus Menag Lukman Hakim Saifuddin. Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Hadi Rahman terkait hubungan Rommy dengan sejumlah pejabat Kemag. Selain itu, tim penyidik juga mengklarifikasi Hadi Rahman mengenai sejumlah bukti yang telah dikantongi sebelumnya.

Baca Juga: Kasus Jual Beli Jabatan Kemag, KPK Periksa Ketua KASN

"Terhadap saksi yang hari ini diperiksa terkait dengan hubungan tersangka dengan pihak-pihak di Kementerian Agama," kata Febri.

Diberitakan, KPK menetapkan Rommy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan 



Sumber: Suara Pembaruan