KPK Perpanjang Penahanan Petinggi Krakatau Steel

KPK Perpanjang Penahanan Petinggi Krakatau Steel
Dua tersangka yang kembali diperiksa adalah Kenneth Sutarja dari PT Grand Kartech, dan Alexander Muskita.
Fana Suparman / CAH Kamis, 11 April 2019 | 08:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro yang menyandang status tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Krakatau Steel. Tak hanya Wisnu, KPK juga memperpanjang masa penahanan tiga tersangka lainnya kasus ini, yakni Presdir PT Grand Kartech, Kenneth Sutardja; bos Tjokro Group, Kurniawan Eddy Tjokro dan seorang swasta bernama Alexander Muskitta.

"Untuk kasus dugaan suap terkait dengan proyek atau pengadaan di PT Krakatau Steel hari ini diperpanjang penahanan untuk empat orang tersangka," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/4/2019). 

Febri mengatakan, masa penahanan keempat tersangka diperpanjang selama 40 hari terhitung sejak 12 April 2019. Dengan demikian, keempat tersangka bakal mendekam di sel tahanan setidaknya hingga 21 Mei 2019.

"Jadi penahanan mereka diperpanjang selama 40 hari mulai dari tanggal 12 April 2019 karena masih dibutuhkan beberapa kegiatan kegiatan penyidikan selama 40 hari ke depan," katanya.

Baca Juga: KPK Periksa 3 Tersangka Dugaan Korupsi di Krakatau Steel

Diberitakan, KPK menetapkan Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Krakatau Steel. Tak hanya Wisnu status tersangka juga disematkan KPK terhadap tiga orang lainnya, yakni Presdir PT Grand Kartech, Kenneth Sutardja; bos Tjokro Group, Kurniawan Eddy Tjokro dan seorang swasta lainnya bernama Alexander Muskitta. Penetapan tersangka itu dilakukan KPK setelah memeriksa intensif para pihak yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta dan kawasan BSD, Tangerang Selatan, Jumat (22/3) kemarin.

Perkara ini bermula saat Direktorat Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel yang dipimpin Wisnu Kuncoro merencanakan kebutuhan barang dan peralatan masing-masing senilai Rp24 miliar dan Rp2,4 miliar. Alexander Muskitta kemudian menawarkan sejumlah rekanan untuk menggarap proyek tersebut dan disetujui Wisnu Kuncoro. Alexander Muskitta pun menyepakati commitment fee dengan rekanan yang disetujui untuk ditunjuk, yakni PT Grand Kartech dan Group Tjokro senilai 10 persen dari nilai kontrak.

Bahkan, Alexander Muskitta diduga bertindak mewakili dan atas Wisnu sebagai Direktur Teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel. Selanjutnya, Alexander Muskitta meminta Rp50 juta kepada Kenneth Sutardja dan Rp 100 juta kepada Kurniawan Eddy Tjokro.
Atas permintaan tersebut, Alex menerima cek Rp 50 juta dari Kurniawan Eddy Tjokro yang kemudian disetorkannya ke bank.

Selain itu, Alexander Muskitta juga menerima uang US$ 44 ribu dan Rp 45 juta dari Kenneth Sutardja. Uang tersebut kemudian disetorkan ke rekening Alexander Muskitta. Selanjutnya pada Jumat (22/3/2019), Alexander Muskitta menyerahkan uang Rp 20 juta kepada Wisnu Kuncoro di kedai kopi di daerah Bintaro, Tangerang Selatan. Setelah transaksi terjadi, tim Satgas KPK bergerak dan menangkap Wisnu dan sejumlah pihak lainnya.