Jenguk Audrey, PSI Tawarkan Langsung Bantuan Hukum, Kesehatan dan Trauma Healing

Jenguk Audrey, PSI Tawarkan Langsung Bantuan Hukum, Kesehatan dan Trauma Healing
Justice for Audrey ( Foto: istimewa / istimewa )
Yustinus Paat / CAH Kamis, 11 April 2019 | 10:18 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Dua juru bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dara Adinda Nasution dan Kokok H Dirgantoro menjenguk langsung korban perundungan, Audrey (AY), 14 tahun, di sebuah rumah sakit di Pontianak, Kalimantan Barat. Diantar oleh jajaran DPW PSI Kalimantan Barat, juru bicara PSI bertemu langsung dengan AY dan ibunya pada Kamis (11/4/2019).

Ketika bertemu dengan Ibu L, Kokok menyatakan siap memberikan pendampingan hukum, mempersiapkan layanan kesehatan terbaik, trauma-healing, bahkan perlindungan terhadap keluarga AY dari resiko intimidasi.

“Duka yang dialami adik AY dan keluarga adalah duka kami juga. Ini duka bangsa. Kami di PSI akan selalu bersama korban dan bersiap membantu apa yang dibutuhkan korban dan keluarga,” jelas Kokok.

Ibu L juga mengatakan pihaknya tidak akan mundur dari proses hukum yang berjalan. "Saya tidak ingin ada AY-AY lain di luar sana. Cukup kasus anak saya menjadi yang terakhir saja," pungkasnya.

Sementara itu, Dara menegaskan bahwa PSI memiliki sikap yang sama dengan Ibu L yaitu akan mengupayakan proses hukum yang seadil-adilnya.

“Kami tegas menyatakan, kasus ini harus dikawal ketat agar berjalan dengan adil. Korban harus dilindungi dan didampingi. Jangan sampai ada korban-korban perundungan yang lain. Kita semua bertanggung jawab untuk menghentikan perundungan ini di segala bidang, terlebih jika korbannya anak-anak,” ujar Dara.

Dara juga menjelaskan kondisi AY sudah semakin membaik. "Kami lega sekali kondisi AY terlihat semakin membaik dan sudah bisa tersenyum saat bertemu kami. AY senang ada banyak teman-teman yang datang menjenguknya," tutur Dara.

Dara membenarkan bahwa memang ada memar di tubuh AY. "Kami diperlihatkan foto dan video AY saat hari pertama dirawat. Jelas sekali ada memar-memar di kaki dan perutnya. Ia juga mengeluh sakit di bagian intim," tutur Dara.

Dara juga mengingatkan bahwa trauma psikis yang dialami AY bisa membutuhkan waktu yang lama untuk pulih. "Luka fisik mungkin akan cepat terobati, tapi luka batin yang pasti sulit dipulihkan. Kita mesti fokus juga pada pemulihan kesehatan mental AY. Kami siap mendampingi dan menyediakan psikolog," tutur Dara.

Dalam kesempatan yang sama, Dara menyatakan mengapresiasi langkah kepolisian yang sudah menetapkan tiga orang tersangka pelaku perundungan dari 12 orang yang diduga melakukan tindak kekerasan.

“Selain Kepolisian, PSI juga mengapresiasi perhatian Presiden Jokowi terhadap kasus ini. Jelas beliau tak bisa intervensi secara hukum, tapi permintaan beliau agar kasus ini diselesaikan seadil-adilnya adalah bukti beliau serius memberantas perundungan,” ungkap Dara. 



Sumber: BeritaSatu.com