Kasus Jual Beli Jabatan di Kemag, KPK Periksa Eks Sekjen MK

Kasus Jual Beli Jabatan di Kemag, KPK Periksa Eks Sekjen MK
Janedjri M Gaffar. ( Foto: Antara//Dhoni Setiawan / Dhoni Setiawan )
Fana Suparman / WBP Kamis, 11 April 2019 | 10:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa mantan Sekjen Mahkamah Konstitusi (MK), Janedjri M Gaffar, Kamis (11/4/2019). Janedjri bakal diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag) yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy.

"Janedjri diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RMY (Romahurmuziy)," kata Jubir KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Pemeriksaan Janedjri lantaran kapasitasnya saat ini sebagai staf ahli Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Selain Janedjri, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa seorang staf ahli Menag lainnya bernama Oman Faturrahman. "Jadi hari ini diagendakan pemeriksaan dua orang saksi untuk RMY. Mereka adalah staf ahli Menteri Agama," kata Febri Diansyah.

Dikatakan, surat panggilan terhadap kedua staf ahli Lukman Hakim Saifuddin telah dilayangkan secara patut. Untuk itu, KPK mengingatkan kedua saksi maupun saksi-saksi yang lain untuk koperatif dengan memenuhi panggilan penyidik dan menyampaikan keterangan secara jujur. "Kami ingatkan agar saksi-saksi datang dan bicara jujur saat pemeriksaan," tegas Febri Diansyah.

Diberitakan, KPK menetapkan Rommy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemag Provinsi Jatim, Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemag. Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Rommy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Rommy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama. Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerjasama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim. Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romy. Pada Jumat (15/3) lalu, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romy untuk menyerahkan uang Rp 50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.



Sumber: Suara Pembaruan