Polisi Akan Tindak Tegas Perusuh di TPS

Polisi Akan Tindak Tegas Perusuh di TPS
Brigjen Pol Dedi Prasetyo.
Farouk Arnaz / CAH Kamis, 11 April 2019 | 11:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - ‎Mabes Polri mengatakan jika anggota polisi yang menjaga tempat pemungutan suara (TPS) pada hari pencoblosan, Rabu (17/4/2019) dapat mengambil tindakan tegas pada mereka yang berbuat onar dan anarkis.

“(Tidak ada aturan khususnya terkait pemilu), tetapi soal penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian kan sudah ada yakni dalam Peraturan Kapolri 1 tahun 2010. Para petugas di lapangan dapat mengambil langkah-langkah itu termasuk tindakan diskresi,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi Kamis (11/4/2019).

Perkap nomor 1 tahun 2010 mengatur tentang penanggulangan anarki. Salah satunya mengatur asas proporsionalitas yaitu setiap anggota Polri yang melakukan tugas harus senantiasa menjaga keseimbangan antara tindakan yang dilakukan dengan ancaman yang dihadapi dalam penegakan hukum.

Apabila pelaku melakukan perlawanan fisik terhadap petugas, maka dilakukan tindakan melumpuhkan dengan menggunakan·
kendali tangan kosong lunak; kendali tangan kosong keras; kendali senjata tumpul, senjata kimia antara lain gas air mata, atau alat lain sesuai standar Polri; dan hingga kendali dengan menggunakan senjata api.

Sebelumnya Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Indarto mengatakan tindakan tegas akan diambil bagi mereka yang berbuat onar di TPS.

‎Dimulai dari tindakan persuasif disuruh pergi, tapi kalau yang bersangkutan tidak mau, terpaksa ditangkap dan apabila melakukan perlawanan ditembak‎.

Polisi ingin menjamin warga yang datang ke TPS‎ terbebas dari intimadasi atau bahkan oknum-oknum yang berupaya menghalangi warga mencoblos ke TPS saat Pemilu mendatang.



Sumber: BeritaSatu.com