Larangan Kampanye di Semarang Hanyalah Drama Provokatif Prabowo

Larangan Kampanye di Semarang Hanyalah Drama Provokatif Prabowo
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menunjukkan produk knalpot racing produksi lokal buatan Purbalingga. ( Foto: Twitter Humas Jateng )
Stefi Thenu / DAS Kamis, 11 April 2019 | 12:41 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan bahwa kabar dirinya mempersulit dan melarang kampanye akbar calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto di Semarang, hanyalah drama provokatif pihak Prabowo Subianto.

"Itu provokatif, ada berita Gubernur Jateng tidak mengizinkan (kampanye)," kata Ganjar Pranowo, Kamis (11/4/2019).

Ganjar Pranowo memastikan dirinya tidak mengeluarkan pelarangan kampanye untuk paslon capres nomor urut 02 di Simpang Lima Semarang, yang akhirnya dipindah di Solo.

"Gubernur tidak punya kewenangan mengizinkan, yang mengizinkan wali kota (Semarang)," tegas Ganjar Pranowo.

Ganjar Pranowo mengaku telah menghubungi Wali Kota Semarang terkait pelarangan penggunaan Simpang Lima untuk kampanye akbar. Ternyata wali kota pun tidak mengeluarkan peraturan pelarangan kampanye.

"Sudah saya cek ke wali kota (Semarang). Wali kota juga tidak bisa mengizinkan karena lokasi kampanye sejatinya sudah ditentukan oleh KPU. Jadi semua kewenangan ada di KPU," tambahnya.

Ketentuan KPU yang dimaksud Ganjar adalah Keputusan KPU Kota Semarang Nomor 43/pl.02.4-kpt/3374/kpu.kot/III/2019 yang memang tidak menyebut lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang sebagai salah satu ruang terbuka untuk kampanye akbar atau rapat umum.

Ganjar menganggap peraturan tersebut telah diketahui oleh kedua paslon presiden dan wapres. Dengan demikian penyebaran informasi bahwa Gubernur Jateng melarang kampanye Prabowo Subianto, oleh Ganjar Pranowo disebut tidak lebih dari sebuah drama yang sengaja dilempar.

"Drama selalu ada. Ngono tok (begitu saja, Red). Lho itu Pak Jokowi juga tidak boleh di situ (Simpang Lima)," kata Ganjar Pranowo sebagai penegasan bahwa lokasi yang sama pun tidak diperuntukkan bagi paslon presiden-wapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin.

Sebelumnya, Direktur Kampanye BPN Prabowo-Sandiaga, Sugiyono mengatakan bahwa paslon capres nomor urut 02 akan menggelar kampanye di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, namun dilarang karena terbentur aturan yang dikeluarkan Gubernur Jateng.

Surat tersebut disampaikan kepada Badan Pemenangan Daerah (BPD) Prabowo-Sandiaga. "Bentuk pelarangannya ya kita tidak boleh, itu katanya peraturan gubernur atau pemda," ujar Sugiyono.

Bahkan, Prabowo Subianto menyampaikannya sendiri saat berorasi dalam kampanye di Sriwedari, Solo.



Sumber: BeritaSatu.com