#JusticeForAudrey

Artis dan Figur Publik Banjiri Doa untuk Audrey

Artis dan Figur Publik Banjiri Doa untuk Audrey
Atta Halilintar menjenguk korban perundungan Audrey di Pontianak ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / Chairul Fikri / EAS Kamis, 11 April 2019 | 13:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus pengeroyokan Audrey (14), siswi SMP di Pontianak menyita perhatian di media sosial dengan tagar Justice For Audrey (#JusticeForAudrey). Tidak hanya perhatian para warganet biasa, dukungan dan doa juga datang dari para publik figur.

Salah satunya, Ashanty, yang saat dijumpai Beritasatu.com di Istora Senayan, Rabu (10/4/2019), mengatakan geram saat membaca pemberitaan kasus penganiayaan. Ia geram atas aksi 12 pelaku yang terlibat. Menurutnya, hal yang telah menimpa Audrey sudah keluar batas wajar.

"Waduh bejat, bejat, tidak ada alasan dibilang di bawah umur atau apa-apa. Aku lihat videonya, dia (pelaku) ketawa-tawa, kayak itu namanya pembunuh berdarah dingin. Itu cikal bakal pembunuh berdarah dingin," kata Ashanty.

Walau pelaku juga berusia di bawah umur, Ashanty merasa tidak perlu diberikan keringanan atas hukumannya. Bahkan, orangtua dan keluarga pelaku tidak bisa disalahkan begitu saja.

"Kita tidak bisa menyalahkan orangtua, karena anak itu punya pergaulan sendiri. Ada keluarga, teman, dan lingkungan sekolah,” terangnya.

Atas persoakan tersebut, Ashanty meminta pihak kepolisian menindak tegas para pelaku penganiayaan Audrey, yang diduga dilakukan oleh sejumlah siswa SMA. Ashanty cemas jika para pelaku tidak ditindak tegas, akan muncul korban lain yang senasib dengan Audrey. Bahkan, bisa mengalami hal lebih parah dari Audrey.

"Penegak hukum harus segera menindaklanjuti kasus ini. Anak itu tidak boleh bebas berkeliaran. Gila di kantor polisi saja bisa selfie seperti tidak ada salah. Kalau ini dibiarkan nanti akan banyak orang yang seperti ini lagi loh," kata Ashanty.

Selain ibu empat anak ini, beberapa publik figur lainnya juga memberikan dukungan dengan cara yang berbeda. Seperti, Ifan vokalis grup musik Seventeen yang meluangkan waktunya untuk menjenguk langsung Audrey di RS Promedia Pontianak.

Audrey, mengetahui salah satu idolanya datang, air mata pun tak mampu ia bendung. Pasalnya, Ifan tidak hanya datang untuk menghibur, tetapi ia juga berjanji pada Audrey akan membantu membawa kasus pengeroyokan ini ke ranah hukum. Tujuannya agar pelaku pengeroyokan mendapat hukuman yang setimpal.

"Insyaallah om Ifan bantu buat kakak-kakak yang nakal ke Audrey, biar mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya," tulis Ifan dalam unggahan video di Instagram.

Kunjungan
Selain Ifan, kabarnya Youtuber dengan subscriber terbanyak di Asia Tenggara, Atta Halilintar juga rela terbang ke Pontianak untuk bertemu langsung dengan Audrey. Sebelumnya, Atta Halilintar juga vokal menunjukkan dukungannya untuk Audrey.

Di akun Instagram pribadinya, Atta mengunggah tulisan berisi rasa prihatin terhadap kasus Audrey. Pria berusia 24 tahun ini juga tak lupa menyematkan tagar #JusticeForAudrey.

"#JusticeForAudrey #KelakuanOrangBodoh, merinding dan haru dari tadi baca berita tentang adik Audrey. Semoga aku bisa ketemu sama adik Audrey," tulis Atta Halilintar pada unggahannya.

Melalui akun Instagram pribadinya, Atta membagikan momen manis pertemuannya dengan Audrey. Melalui keterangan caption-nya, Atta menceritakan reaksi bahagia Audrey yang senang bisa bertemu dengannya. Anak sulung dari 11 bersaudara ini juga mengungkapkan jika dirinya rela membatalkan semua agendanya untuk bisa bertemu dengan Audrey.

Tidak ketinggalan artis yang kini sedang merambah dunia Hollywood, Cinta Laura ikut tergerak untuk mendukung petisi Justice for Audrey, yang berisi dorongan kepada kepolisian Kalimantan Barat segera menuntaskan kasus ini.

"Hentikan ketidakadilan ini! Tolong tandatangani petisi ini guys, kita harus mengakhiri tindakan tak manusiawi ini #Stopbullying #justiceforaudrey," cuit Cinta Laura dalam akun Twitter pribadinya.

Di tempat terpisah Prilly Latuconsina pun berencana akan menggandeng Unicef (United Nations International Children's Emergency Fund) Indonesia untuk menyuarakan anti perundungan atau stop bullying.

"Saya sangat prihatin dengan kasus yang menimpa Audrey. Belasan siswi SMA mengeroyok cuma gara-gara urusan asmara dan cekcok di media sosial. Buat saya itu adalah kejahatan. Dan tadi saya sempat menghubungi Unicef Indonesia, menanyakan tanggapan dan apa yang harus saya lakukan," kata Prilly saat ditemui di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (10/4/2019).



Sumber: BeritaSatu.com