Antisipasi Golput, Warga Jambi Minta KPU Percepat Distribusi Undangan Memilih

Antisipasi Golput, Warga Jambi Minta KPU Percepat Distribusi Undangan Memilih
Ilustrasi Pemilu 2019. ( Foto: Antara )
Radesman Saragih / JEM Kamis, 11 April 2019 | 14:55 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Warga Kota Jambi meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jambi mempercepat pendistribusian undangan memilih mencegah adanya pemilih golongan putih (golput) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019. Keterlambatan distribusi undangan kepada warga dinilai berpengaruh besar terhadap minat warga menggunakan hak pilih mereka.

“Sepekan menjelang pencoblosan Pemilu, 17 April 2019, kami belum mendapatkan undangan memilih. Kami khawatir undangan memilih tidak sampai seperti pada pemilihan wali kota Jambi tahun lalu," kata Rafli (45), warga Kelurahan Mayang, Kecamatan Alambarajo, Kota Jambi kepada Suara Pembaruan di Jambi, Rabu (10/4/2019).

Rafli mengatakan, kalau warga tidak mendapat undangan memilih hingga hari "H" pencoblosan, mereka khawatir banyak warga  yang tidak akan datang menggunakan hak pilih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Menurut Rafli, undangan memilih di kota itu diharapkan sudah sampai kepada warga paling lambat sehari menjelang hari pemungutan suara atau pencoblosan. Warga perlu segera mendapat undangan memilih mencegah adanya warga yang golput. Jika warga tidak mendapat undangan memilih, biasanya mereka enggan datang ke TPS menggunakan hak pilih mereka.

Sementara itu Joko (47), warga Paal V, Kecamatan Kotabaru, Kota Jambi juga mengaku belum mendapatkan undangan memilih hingga Rabu (10/4/2019). Undangan memilih itu semestinya sudah mulai didistribusikan kepada warga karena sudah memasuki H-7 pencoblosan Pemilu 2019.

“Keluarga dan tetangga saya belum ada yang mendapatkan undangan memilih hingga hari ini (Rabu, 10/4). Seharusnya undangan memilih sudah mulai didistribusikan kepada warga karena sudah memasuki H-7 Pemilu,” kata warga tersebut.

Menurut Joko, jika hingga H-1 Pemilu undangan memilih belum terima, dia dan istrinya tetap datang ke TPS menggunakan hak suaranya.

“Kami tetap datang menggunakan hak suara ke TPS, karena saya sudah melihat nama saya dan istri ada di daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2019,” katanya.

Secara terpisah, anggota KPU Kota Jambi, Hazairin mengatakan, undangan memilih akan segera didistribusikan kepada warga. Undangan memilih tersebut kemungkinan masih berada di tingkat kelurahan. Nantinya undangan memilih akan diantarkan rukun tetangga (RT) ke rumah warga.

“Saat ini kami sedang persiapan distribusi logistik pemilu ke kecamatan dan kelurahan. Kalau bisa seluruh logistik pemilu sudah sampai di seluruh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sehari menjelang pencoblosan. Sedangkan undangan memilih diupayakan sampai kepada seluruh pemilih pada H-1 pencoblosan,” katanya.

Sementara itu jajaran Polda Jambi meningkatkan patroli pengamanan Pemilu 2019 mulai Rabu (10/4/2019). Patroli tersebut difokuskan ke objek-objek vital, baik kantro KPU, kecamatan, kelurahan dan pusat-pusat keramaian.

“Jumlah personel yang kami kerahkan patroli pengamanan pemilu mulai hari ini (Rabu, 10/4/2019) hingga pemungutan suara sekitar 400 orang. Sedangkan personel Polda Jambi yang diterjunkan mengamankan Pemilu 2019 untuk sembilan kabupaten dan dua kota mencapai 1.705 orang. Personil Polda Jambi tersebut disiagakan di TPS,” kata Kepala Bagian (Kabag) Bina Operasional Polda Jambi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Heru Widayat di Jambi, Rabu (10/4/2019).

Menurut Heru Hidayat, selain patroli khusus Polda Jambi, pengamanan Pemilu 2019 di Jambi jiga dilakukan melalui patroli gabungan TNI-Polri. Patroli gabungan tersebut dilaksanakan mulai Senin – Jumat (15-19/4/2019).



Sumber: Suara Pembaruan