Polisi Kebut Berkas Tersangka Penganiaya di Pontianak

Polisi Kebut Berkas Tersangka Penganiaya di Pontianak
Ketiga orang yang diperiksa yakni berinisial TL, EC, dan LL yang merupakan siswi di salah satu SMA di Kota Pontianak.
Farouk Arnaz / JAS Kamis, 11 April 2019 | 15:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Berkas milik tiga tersangka dalam kasus pengeroyokan yang menimpa siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial AD (14) di Pontianak dikebut polisi.

“Apabila hari ini berkas selesai, termasuk memeriksa korban, besok mungkin berkas perkara itu dilimpahkan ke kejaksaan Pontianak,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Kamis (11/4/2019).

Polisi telah memeriksa seluruh saksi dalam kasus ini. Polisi juga telah mendapatkan visum dari dokter. Hasil visum memastikan tidak ada kerusakan di bagian organ vital korban.

“Informasi dari dari Kabid Humas Polda Kalbar, rencananya Komisi Perlindungan Anak daerah Kalbar akan melaporkan pemilik akun Twitter yang membuat narasi jauh dari fakta sebenarnya,” sambungnya.

Opini sesat—yang entah apa motifnya itu—membentuk opini salah di masyarakat yang menyebutkan AD mengalami kekerasan seksual karena organ vitalnya dirusak pelaku.

“Kita tidak boleh kembali kepada opini. Hasil visum tidak ada luka memar. Tidak ada luka membahayakan. Semua sudah di-scan (pindai), di-rontgen semua dalam keadaan normal. Teknis rinciannya dokter yang sampaikan,” sambungnya.

Tiga orang yang jadi tersangka adalah F, TPP, dan NNA. Semuanya 17 tahun. Mereka dijerat dengan Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat 1 UU Perlindungan Anak tentang kekerasan terhadap anak.

Pemicu pengeroyokan tersebut adalah masalah asmara antara kakak sepupu korban dan salah satu pelaku pengeroyokan.

Saat itu korban turut berkomentar di laman Facebook kakak sepupunya. Namun, komentarnya dianggap menyinggung salah satu pelaku.

Korban pun diajak ke Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya. Di dua lokasi tersebut para pelaku melakukan tindak kekerasan. Kasus ini viral.



Sumber: BeritaSatu.com