Festival Literasi Nagekeo 2019

Membangun Benteng Peradaban Baru Indonesia Timur

Membangun Benteng Peradaban Baru Indonesia Timur
Bupati Nagekeo, Yohanes Don Bosco Do (kiri) bersama Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI Ofy Sofiana (tengah) dan Wakil Ketua DPRD Nagekeo, Kristianus Dua Wea pada acara Launching Festival Literasi Nagekeo 2019 di Jakarta, Kamis (11/4/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Dina Fitri Anisa / EAS Kamis, 11 April 2019 | 15:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam upaya menumbuhkan budaya literasi pada ekosistem pendidikan, mulai dari keluarga, sekolah, dan masyarakat, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), siap menghelat Festival Literasi pada Agustus 2019 mendatang. Hal ini disampaikan oleh Bupati Kabupaten Nagekeo, Johanes Don Bosco Do, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Johanes mengatakan, festival nantinya mengusung tajuk "Membangun Benteng Peradaban Baru di Indonesia Timur". Hal yang mendasari tema tersebut karena keadaan Kabupaten Nagekeo masih jauh tertinggal dengan kabupaten di daerah lain. Telihat dari nilai yang diberikan Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), tentang sistem pemerintahan berbasis elektronik.

"Penilaian ini menyangkut para birokrasi masyarakat yang terdidik. Kita mendapatkan poin 1,8 dari skala 0-5. Festival ini diharapkan mampu membuat para pelayan masyarakat dan birokrasi terlecut untuk berusaha lebih bagus kedepanya untuk mengejar ketertinggalan,” terangnya saat dijumpai Suara Pembaruan dan Beritasatu.com, Kamis (14/4/2019).

Dengan segala keyakinan, pemerintah daerah Nagakeo pun sepakat bahwa budaya literasi adalah senjata yang tepat untuk menyongsong era digital. 

Johanes mengatakan, festival ini tidak hanya sekadar hura-hura saja, tetapi lebih dari itu, festival berusaha untuk mendorong masyarakat Nagekeo dan NTT untuk memahami segala persoalan di bidang kehidupan lebih detail.

“Melalui tahapan ini, Nagekeo yakin bisa berlari cepat, menyongsong masa depan Indonesia dengan optimis, dengan cara memanfaatkan peluang dan kemudahan yang disajikan dalam era informasi dan teknologi saat ini,” terangnya.

Festival yang telah direncakan sejak akhir 2018 ini memiliki beragam rangkaian acara menarik selama satu minggu berlangsung. Para pengisi dan penampil pun tidak hanya melibatkan masyarakat Nagekeo saja, melainkan juga partisipasi komunitas dan masyarakat di kawasan NTT.

Tim Kreatif Festival Nagekeo, Matias Mboi mengatakan, Festival Literasi Nagekeo merupakan sebuah titik awal dari kebangkitan budaya literasi di kabupaten hasil pemekaran dari Kabupaten Ngada ini. Rencananya sebagai permulaan, festival ini akan fokus pada kegiatan event di bidang kreativitas dan marketing.

“Nanti ada panggung dari literasi budaya, literasi kuliner, dan juga talk show yang menghadirkan salah satu tokoh literasi Indonesia, Najwa Shihab. Dengan semangat ini, kita yakin Nagekeo bisa jadi center point literasi di kawasan Timur, yang erat hubungannya dengan kebudayaan dan pariwisata. Majunya literasi di Nagekeo, juga bisa mendorong perkembangan industri lainnya juga,” ungkap Matias Mboi.

Saksikan videonya di sini:



Sumber: BeritaSatu.com