Inilah Wahana Ondo Langit di Kabupaten Semarang yang Tengah Viral

Inilah Wahana Ondo Langit di Kabupaten Semarang yang Tengah Viral
Wahana Ondo Langit di Desa Sepakung, Kecamatan Banyu Biru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. ( Foto: Stefi Thenu )
Stefi Thenu / JAS Kamis, 11 April 2019 | 16:00 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Memanfaatkan dana desa dari pemerintah pusat, Desa Sepakung, di Kecamatan Banyu Biru, Kabupaten Semarang, berhasil menciptakan wahana wisata yang kini viral di media sosial.

Desa yang awalnya terisolasi tersebut, kini menjadi populer dan diburu para wisatawan.

Banyak destinasi wisata yang dibangun di desa ini, dan yang paling ngehits saat ini adalah Wahana Ondo Langit, kawasan obyek wisata Gumuk Reco.

Wahana Ondo Langit merupakan wahana wisata adrenalin sekaligus wisata alam yang sangat indah. Di tempat ini, pengunjung dapat menikmati sensasi menaiki tebing curam setinggi 45 meter dan menikmati pemandangan alam dari lereng tebing berwarna-warni itu.

"Wahana Ondo Langit memang sekarang yang menjadi unggulan di desa kami. Setiap hari, wahana ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Pada akhir pekan saja, pengunjung bisa mengantre ratusan orang untuk menunggu giliran menaiki wahana ini," kata Kepala Desa Sepakung, Ahmat Nuri, Kamis (11/4/2019) lalu.

Selain Ondo Langit, Desa Sepakung juga memiliki banyak obyek wisata lain yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Mandiri Jaya. Antara lain, Cemoro Sewu, Air Terjun Gua Semar, Bumi Perkemahan Balong, wahana Sunset dan Sunrise di Dusun Pager Gedog dan banyak lagi wisata lainnya.

"Kami mengembangkan obyek-obyek wisata itu dengan memanfaatkan dana desa. Selain itu juga ada bantuan dari Pemkab Semarang dan Pemprov Jateng untuk peningkatan infrastruktur menuju obyek wisata," paparnya.

Pemanfaatan dana desa untuk optimalisasi potensi wisata, menurut Ahmat, ternyata berdampak signifikan. Selain membuat desa semakin terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan, pendapatan desa dari wisata juga meningkat drastis.

Wisata Gumuk Reco dengan wahana Ondo Langitnya mampu menghasilkan Rp 50-60 juta per bulan. "Kalau ditotal dengan wahana-wahana wisata lainnya, pemasukan ke desa bisa mencapai ratusan juta perbulannya," tambahnya.

Hal itu tentu saja membuat kesejahteraan masyarakat desa semakin meningkat. Dengan ramainya wisatawan, maka perekonomian masyarakat dapat terangkat.

"Selain itu, APBDes kami juga meningkat, dari semula Rp 1,5 miliar di tahun 2015 kini menjadi Rp 2,1 miliar di tahun 2019. Kami akan terus berupaya mengoptimalkan potensi wisata ini untuk kemajuan desa kami," pungkasnya.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengaku bangga dengan inovasi Sepakung dalam memanfaatkan dana desa.

Menurut Ganjar, Jawa Tengah merupakan provinsi penerima dana desa terbesar di Indonesia. Pada tahun 2019, dana desa yang digelontorkan untuk 7.809 desa di Jawa Tengah sebesar Rp 6,7 triliun.

"Untuk itu saya minta kepada seluruh kepala desa di Jawa Tengah untuk terus berkreasi dan berinovasi untuk memajukan desanya masing-masing. Desa-desa di Jawa Tengah harus menjadi desa-desa paling maju dan menjadi percontohan di seluruh Nusantara,” ujarnya.

Menurut Ganjar, dana desa diberikan oleh pemerintah sebagai upaya untuk pemerataan kemajuan Indonesia. Dengan dana desa tersebut, diharapkan desa-desa dapat maju dan berkembang.

“Pemerintah hanya memfasilitasi, pengguna dana desa yang bekerja. Saya titip pesan, tolong penggunaan dana desa benar-benar sesuai program, transparan, akuntabel, dan bermanfaat. Tolong libatkan masyarakat dan buka ruang informasi publik seluas-luasnya agar masyarakat dapat ikut mengawasi,” ungkapnya. 



Sumber: Suara Pembaruan