Aplikasi Perpustakaan Digital Dorong Semangat Kabupaten Nagekeo untuk Maju

Aplikasi Perpustakaan Digital Dorong Semangat Kabupaten Nagekeo untuk Maju
Bupati Nagekeo, Yohanes Don Bosco Do (kanan) memberikan cendera mata kapada Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional RI Ofy Sofiana pada acara Launching Festival Literasi Nagekeo 2019 di Jakarta, Kamis (11/4/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Dina Fitri Anisa / DAS Kamis, 11 April 2019 | 16:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Demi menyukseskan misi menjadikan daerahnya sebagai benteng peradaban baru Indonesia Timur, Bupati Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Johanes Don Bosco Do menggalakkan budaya literasi kepada warganya. Caranya adalah dengan menyelenggarakan Festival Literasi Nagekeo pada Agustus 2019 nanti serta mendorong warga mengakses IPusnas sebagai salah satu sarana penunjang budaya literasi.

IPusnas merupakan aplikasi perpustakaan digital persembahan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia berbasis media sosial yang dilengkapi dengan eReader untuk membaca lebih dari dua juta ebook secara gratis. Dengan fitur-fitur media sosial masyarakat juga dapat terhubung dan berinteraksi dengan pengguna yang lain untuk berbagi informasi dan juga pengalaman membaca.

“Perpustakaan sebagai penyangga dan penjaga peradaban melalui literasi. Perpustakaan mengajak kita semua, tertutama kami di Nagekeo, NTT. Dengan adanya IPerpus ini, juga memungkinkan kami bisa berlari cepat menyiapkan generasi hebat untuk memasuki era digital,” kata Johanes Don Bosco Do, di Perpustakaan Nasional, Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Menurut Johanes Don Bosco Do, saat ini terdapat banyak tantangan yang dihadapi masyarakat dalam menyongsong era digital. Dengan hadirnya IPusnas, ia berharap masyarakat Nagekeo mampu memfilter dengan baik segala informasi yang mereka terima.

“Kepemilikan alat komunikasi sudah hampir semua rumah ada. IPusnas bisa diharapkan ke depannya bisa mengakses informasi bermutu. Jika informasi atau berita itu baik, mereka bisa mempercayaianya dan ilmunya bisa diserap serta dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jika menerima berita bohong, mereka pun dapat memfilter dan menepis informasi itu. IPusnas akan mewabah di Nagekeo,” ujar Johanes Don Bosco Do.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Ofy Sofiana memberikan apresiasi besar atas usaha yang dilakukan Pemda Nagekeo yang berani mencanangkan diri sebagai kota literasi.

“Kita harus bersama mengembangkan literasi, baik di pusat kota ataupun daerah kecil yang tersebar di Indonesia. Semua harus ikut bicara soal literasi. Melalui IPusnas, masyarakat bisa belajar secara gratis. Perpustakaan adalah tempat belajar kontekstual, berbagai ilmu dan keterampilan. Peprustakaan bukan tumpukan buku usang, tetapi kini jadi tempat menimba keterampilan, yang murah dan menjangkau masyarakat luas,” kata Ofy Sofiana yang dalam kesempatan itu mewakili Kepala Perpustakaan Nasional, Muh Syarif Bando.

Ofy Sofiana  menambahkan, maju mundurnya suatu negara ditandai denegan maju mundur perpustakaan. Kalau perpustakaannya maju, masyarakat juga akan maju, terdidik, cerdas, dan bahkan bisa menjadi contoh dan menular.



Sumber: BeritaSatu.com