2 Tahun Kasus Novel, Jokowi Didesak Bentuk TGPF Independen

2 Tahun Kasus Novel, Jokowi Didesak Bentuk TGPF Independen
Penyidik senior KPK Novel Baswedan berserta Istri, dan koalisi dari masyarakat sipil lintas elemen menggelar aksi di Gedung KPK, Jakarta, 15 Januari 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo / Joanito De Saojoao )
Aichi Halik / AHL Kamis, 11 April 2019 | 17:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kasus teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tak kunjung terungkap.

Dua tahun usai kejadian, pihak kepolisian belum juga mampu menangkap pelaku dan otak teror yang terjadi pada 11 April 2017 tersebut.

Untuk memperingati dua tahun peristiwa percobaan pembunuhan terhadap Novel ini, Wadah Pegawai (WP) KPK bersama Koalisi Masyarakat Sipil menggelar serangkaian kegiatan pada Kamis (11/4/2019).

Ketua WP KPK Yudi Purnomo mengatakan, peringatan ini digelar salah satunya untuk mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Independen.

"Sudah dua tahun kasus ini belum terungkap. Kami tidak bosan-bosannya meminta kepada Bapak Presiden untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang Independen," kata Yudi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).

"Apapun alasannya, saya pikir tidak perlu lagi ada upaya untuk menunda pembentukan tim ini," imbuh Yudi.

Pada 11 April dua tahun lalu, wajah Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal seusai menjalankan shalat subuh di masjid dekat kediamannya.

Namun, hingga saat ini belum ada satu pun orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Penyelesaian kasus yang tergolong tindak pidana umum itu terkesan mengalami kebuntuan.



Sumber: BeritaSatu TV