Polisi Cari Pemilik Akun Medsos yang Viralkan Kasus Audrey

Polisi Cari Pemilik Akun Medsos yang Viralkan Kasus Audrey
Brigjen Dedi Prasetyo. ( Foto: Antara )
Aichi Halik / AHL Kamis, 11 April 2019 | 18:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi sedang mencari pemilik akun twitter yang menuliskan dan menyebarkan adanya luka-luka di tubuh siswi SMP Audrey akibat pengeroyokan.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, informasi tersebut bisa disebut hoax karena tidak sesuai dengan hasil visum dan pemeriksaan lembaga resmi.

"Siapa yang memviralkan pertama kali sumbernya harus jelas, kredibel, serta bisa diklarifikasi dan diverifikasi, sumbernya juga harus memiliki kompetensi," kata Dedi di Mabes Polri Jakarta Selatan, Kamis (11/4/2019).

Dedi juga meminta wartawan agar tidak mudah mempercayai informasi yang ada di media sosial karena bisa menimbulkan kesalahpahaman.

"Kalau sumbernya tidak memiliki kompetensi, menafsirkan sendiri, membuat opini sendiri, kemudian membuat tulisan narasinya sistematis, lalu dia kirim ke media sosial maka semua akan mudah percaya, padahal narasi-narasi konten di dalamnya jauh dari fakta yang sebenarnya. Karena itu kita harus hati-hati," jelas Dedi.

Kasus Audrey ini menjadi ramai berawal dari munculnya #JusticeforAudrey di media sosial. Rupanya, kasus ini juga berawal dari media sosial.

Hal itu terungkap berdasarkan pengakuan tujuh dari 12 siswi SMA yang terkait dugaan kekerasan ini. Mereka buka suara usai dimintai keterangan oleh polisi di Polresta Pontianak, Rabu (10/4/2019).

Dugaan kekerasan yang dialami Audrey bermula dari cekcok akibat saling ejek antara Audrey dengan siswi SMA di medsos.

Salah satu pelajar berinisial Ec alias NNA (17) mengakui perkelahian dimulai dari dirinya dengan Audrey karena kekesalannya terhadap korban yang sering mem-bully dirinya di medsos, lalu berlanjut dengan pengeroyokan.



Sumber: BeritaSatu TV