KPPAD Beri Pendampingan Pada Audrey dan 7 Pengeroyoknya

KPPAD Beri Pendampingan Pada Audrey dan 7 Pengeroyoknya
Atta Halilintar menjenguk korban perundungan Audrey di Pontianak ( Foto: istimewa )
Aichi Halik / AHL Kamis, 11 April 2019 | 19:40 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat (Kalbar) tak hanya memberikan pendampingan kepada Audrey, siswi SMP yang menjadi korban pengeroyokan di Pontianak, namun juga kepada pengeroyok Audrey.

"Kami KPPAD, sesuai dengan amanat undang-undang, tupoksi, dan perda, akan melakukan pendampingan kepada korban dan pelaku termasuk saksi karena korban dan pelaku masih anak-anak jadi mereka mendapat hak yang sama untuk dilakukan pendampingan," kata Komisioner KPPAD Kalimantan Barat, Alik S Rosyadi di Pontianak, Kalbar, Kamis (11/4/2019).

Menurut Alik, pihaknya sudah mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak.

"Kami sudah mendengarkan keterangan dari tujuh terduga pelaku yang beredar di masyarakat, dari situ muncul fakta-fakta yang akan dicross-check dengan yang informasi yang beredar selama ini," ujar Alik.

Kepada korban, kata Alik, pihaknya sudah memberikan konseling dan trauma healing dengan melibatkan psikolog.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tiga tersangka kasus pengeroyokan Audrey masing-masing berinisial FA atau Ll, TP atau Ar, dan NN atau Ec (siswa SMA).

Penetapan tersebut dari hasil pemeriksaan ketiganya yang mengakui penganiayaan, tetapi tidak melakukan pengeroyokan dan merusak area sensitif seperti informasi yang beredar di media sosial.



Sumber: BeritaSatu TV