Polisi Belum Pastikan Perusakan Organ Vital ABG Pontianak

Polisi Belum Pastikan Perusakan Organ Vital ABG Pontianak
Justice for Audrey ( Foto: istimewa / istimewa )
Farouk Arnaz / WM Kamis, 11 April 2019 | 15:47 WIB

 

 

Jakarta, Beritasatu.com — Mabes Polri belum memastikan jika pengeroyokan seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) berinisial AD (14) yang diduga dilakukan 12 siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pontianak hingga membuat organ vital korban rusak.

“Kita masih tunggu hasil visum (terkait info alat kelamin korban dirusak). Tapi dapat dipastikan tiga orang tersebut kalau pemeriksaan lengkap bisa ditetapkan sebagai tersangka,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Rabu (10/4/2019).

Saat ini penyidik masih meminta keterangan ibu korban sebagai pelapor. Ibunya juga belum bisa leluasa menyampaikan informasi yang didapat dari anaknya.

“Lebih baik anak sendiri yang sampaikan karena dia yang alami sendiri. Tapi anaknya juga belum bisa dimintai keterangan dan polisi masih fokus pemeriksan saksi. Kita juga belum terima visum et repertum dari pihak rumah sakit,” urainya.

Seperti diberitakan tiga orang yang berpotensi jadi tersangka itu adalah F, T, dan M. Semuanya 17 tahun.

Pemicu pengeroyokan tersebut adalah masalah asmara antara kakak sepupu korban dan salah satu pelaku pengeroyokan.

Saat itu korban turut berkomentar di laman Facebook kakak sepupunya. Namun, komentarnya dianggap menyinggung salah satu pelaku.

Korban pun diajak ke Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya. Di dua lokasi tersebut para pelaku melakukan tindak kekerasan. Kasus ini viral.



Sumber: BeritaSatu.com