Jalankan Fungsi Keperintisan, Pertamina Operasikan DPPU Binaka

Jalankan Fungsi Keperintisan, Pertamina Operasikan DPPU Binaka
Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Binaka, Gunung Sitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Kamis, 11 April 2019 | 22:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Beroperasinya Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Binaka, Gunung Sitoli, Kepulauan Nias, Sumatera Utara, semakin memperkokoh peran Pertamina sebagai badan usaha milik negara (BUMN) yang menjalankan tugas keperintisan di daerah terpencil.

Pengamat BUMN, Toto Pranoto di Jakarta, Kamis (11/4/2019), mengatakan, fungsi keperintisan ini mempunyai peran yang sangat strategis dalam pengembangan ekonomi wilayah setempat. Sebab, paparnya, hampir tidak ada perusahaan swasta nasional atau asing yang mau masuk ke wilayah yang kurang menguntungkan seperti ini.

Karena itu, Toto mengatakan, peresmian DPPU Binaka ini juga menunjukkan bahwa Pertamina selaku BUMN tidak semata-mata hanya mencari keuntungan, tetapi juga berfungsi sebagai agen pembangunan, di mana Pertamina bersedia masuk ke daerah terpencil, yang secara bisnis kurang menguntungkan.

Dikatakan, Pertamina selaku BUMN terus melakukan pendistribusian bahan bakar minyak ke seluruh pelosok Indonesia, tak peduli daerah itu menguntungkan secara bisnis atau tidak. Kondisi seperti ini, ujarnya, tidak mungkin dilakukan oleh perusahaan swasta atau asing.

Managing Director Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LMFEB UI) ini menuturkan, sebagai BUMN yang nota bene juga adalah alat negara, Pertamina memilik peran ganda. Pertama, Pertamina harus mencari keuntungan. Kedua, Pertamina harus menjadi agen pembangunan. Karena itu, peresmian DPPU Binaka ini membuktikan bahwa Pertamina telah menjalankan dua tugas utamanya tersebut.

Karena itu, ia menegaskan, jika oemerintah membuka pasar avtur, maka kebijakannya harus berlaku sama untuk semua perusahaan. Maksudnya, papar Toto, pemerintah juga harus memberikan penugasan yang sama kepada perusahaan baru yang ingin memasok avtur tersebut untuk turut mengemban fungsi agen pembangunan sama seperti yang sudah dilakukan Pertamina.

Toto menjelaskan, kalau pemerintah mau membuat kebijakan yang adil maka sudah selayaknya pemerintah juga menawarkan kepada perusahaan baru yang akan memasok avtur tersebut untuk membuka pelayanannya di daerah yang dianggap masih baru. Namun, pertanyaannya, apakah perusahaan swasta atau asing yang bersangkutan mau atau tidak.

Sebagaimana diketahui, pekan ini, Pertamina memang meresmikan beroperasinya DPPU Binaka, Gunung Sitoli, Kepulauan Nias. Pengoperasian DPPU Binaka dinilai tidak menguntungkan, karena penurunan konsumsi avtur akibat berkurangnya penerbangan. Selain itu, konsumsi avtur di Bandara Binaka juga tidak signifikan karena hanya melayani tujuh kali penerbangan setiap hari dari Kualanamu, Minangkabau, dan Cengkareng.

Secara terpisah, Ketua DPRD Kota Gunung Sitoli, Herman Jaya Harefa, menyambut baik peresmian DPPU Binaka ini. Herman mengatakan, pengoperasian DPPU ini bisa membawa dampak positif bagi warga, tidak hanya Nias, tetapi juga Gunung Sitoli.
“Sesungguhnya kami sudah lama mendambakan pengoperasian DPPU ini. Karena itu, kami sangat mengapresiasi upaya Pertamina tersebut,” tandasnya.

Ia mengatakan, Gunung Sitoli sebagai daerah transit akan mendapatkan efek domino dari kehadiran DPPU ini. Alasannya, distribusi avtur yang lancar jelas akan berpengaruh terhadap kelancaran penerbangan. Hal tersebut jelas berpengaruh terhadap berbagai sektor di kota Gunung Sitoli.

“Semua orang yang akan menuju berbagai pelosok di Nias harus melalui Gunung Sitoli. Jika penerbangan lancar, maka akan berpengaruh positif terhadap banyak sektor di sini, termasuk perhotelan, transportasi, rumah makan, dan berbagai usaha kecil menengah,” kata Herman.

Ia berharap, dengan pasokan avtur yang lancer maka perusahaan penerbangan bersedia membuka jalur penerbangan dari Jakarta menuju Gunung Sitoli. Pasalnya, banyak penumpang yang sebenarnya hendak menuju Jakarta, namun harus transit terlebih dahulu ke Medan. Karena itu, jika ada penerbangan langsung ke Jakarta jelas akan sangat menghemat pengeluaran warga.



Sumber: BeritaSatu.com