Ledakan Tewaskan 2 Bocah di Medan, Diduga Gas Bocor

Ledakan Tewaskan 2 Bocah di Medan, Diduga Gas Bocor
Seorang korban ledakan mendapat perawatan medis di Medan, 11 April 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / HA Jumat, 12 April 2019 | 02:16 WIB

Medan, Beritasatu.com - Empat unit rumah toko (Ruko) berlantai tiga yang berada di Jl Kruing, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), hancur akibat sebuah ledakan keras, Kamis (11/4/2019) malam.

Ledakan itu mengakibatkan dua anak tewas, tiga mengalami luka bakar serius, dan tiga orang lagi mengalami luka ringan. Seluruh korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Royal Prima Medan. Korban tewas diidentifikasi sebagai Jafier (10) dan Eren (2).

Korban lainnya yang mengalami luka serius dan ringan masing - masing, Rahma Efendi, (43) pemilik usaha Sate Kerang Rahma, Nurmala Dewi (37), Tria (24), Forina Wati, Frasiska Natalia dan Natalia. Seluruh korban merupakan penghuni rumah toko di Jalan Kruing.

Lurah Sekip, Yuda P Setiawan menyampaikan, sumber ledakan yang menghebohkan masyarakat tersebut, berasal dari rumah toko Nomor 3D. Rumah itu dihuni oleh Rahmad Effendi.

"Dugaan sementara, penyebab dari ledakan yang merenggut korban jiwa itu, bersumber dari gas bocor di dalam rumah Rahmad Effendi. Itu berdasarkan keterangan warga di ruko tersebut," ujar Yuda.

Irma (19), salah seorang karyawan usaha penjualan sate milik Rahmad, menyampaikan, saat kejadian dirinya sedang berada di dalam kamar. Saksi ini langsung keluar kamar saat mendengar suara ledakan.

"Saya melihat Pak Rahmad dan istrinya bernama Dewi, turun melalui tangga. Saat itu, kondisi keduanya sudah dalam keadaan terluka akibat terbakar," katanya.

Menurutya, gas dalam rumah itu sebelumnya sudah bermasalah. Namun, penghuni rumah tidak menduga kebocoran ini akan menimbulkan ledakan seperti itu, sebutnya.

Sementara itu, aparat kepolisian dari Polrestabes Medan turun ke lokasi kejadian. Petugas masih menyelidiki sumber ledakan. Sejumlah warga dimintai keterangan sebagai saksi.



Sumber: Suara Pembaruan