KPU Kota Bengkulu Masih Kekurangan 50 Unit Kotak Suara

KPU Kota Bengkulu Masih Kekurangan 50 Unit Kotak Suara
Distribusi logistik Pemilu 2019. ( Foto: Antara / Irwansyah Putra )
Usmin / JAS Jumat, 12 April 2019 | 07:50 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, saat ini masih kekurangan sebanyak 50 unit kotak suara dari kebutuhan sebanyak 4.950 unit.

"Untuk melaksanakan Pemilu 17 April mendatang, kita masih kekurangan 50 unit kota suara dari kebutuhan semestinya sebanyak 4.950 unit. Kotak suara yang ada di KPU saat ini sebanyak 4.900 unit siap disalurkan ke TPS dalam waktu dekat dan kekurangan logistik Pemilu kota suara kita laporkan ke KPU Pusat," kata Ketua KPU Kota Bengkulu, Zaini, di Bengkulu, Kamis (11/4/2019).

Ia mengatakan, KPU Kota Bengkulu, saat ini selain kekurangan puluhan unit kotak suara juga masih kekurangan ratusan lembar surat suara untuk pelaksanaan Pemilu serentak yang akan digelar pada 17 April mendatang. Pasalnya, surat suara yang rusak belum diganti KPU Pusat.

Surat suara yang kurang tersebut, meliputi surat suara Pilpres, DPD, DPR, DPRD provinsi, dan DPRD kota. Namun, Zaini tidak menjelaskan secara rinci jumlah kekurangan masing-masing jenis suara suara.

"Yang jelas, hingga H-6 Pemilu serentak KPU Kota Bengkulu masih kekurangan 50 unit kotak suara dan ratusan lembar surat suara. Kekurangan logistik Pemilu ini sudah dilaporkan ke KPU Pusat," ujarnya.

KPU Pusat berjanji akan segera mengirimkan kekurangan kotak suara dan surat suara tersebut ke KPU Kota Bengkulu, dan ditargetkan paling lambat H-3 logistik Pemilu ini sudah sampai di daerah ini.

Keterlambatan KPU Pusat mengirimkan surat suara dan kota suara yang kurang tersebut ke Kota Bengkulu, karena masih menunggu pengesahan DPT hasil perbaikan tahap ketiga yang sebentar lagi akan disahkan KPU Pusat.

"KPU Kota Bengkulu optimistis kekurangan kotak suara dan surat suara tersebut, dapat diatasi sebelum pencoblosan 17 April mendatang. Sebab, dalam 2-3 hari ke depan logistik Pemilu yang kurang tersebut sudah tiba di Bengkulu," ujarnya.

Terkait jenis logistik Pemilu lainnya, Zaini mengaku tidak ada masalah karena sudah tersedia sesuai kebutuhan dan segera didistribusikan ke PPK untuk diteruskan ke masing-masing TPS yang ada di Kota Bengkulu.

"Rencananya mulai H-3 logistik Pemilu akan kita salurkan ke masing-masing PPK. Sedangkan penyaluran logistik ke TPS pada H-1 Pemilu dan menginap semalam di rumah Ketua KPPS setempat," ujarnya.

Sebab, logistik Pemilu baru dibawa ke TPS masing-masing pada 17 April pagi atau pada hari pencoblosan. Hal ini dilakukan sesuai aturan Pemilu yang ada. Penyaluran logistik Pemilu ke TPS akan dikawal petugas Bawaslu dan Kepolisian setempat, serta dikawal dua petugas Hansip.

"Jadi, pengamanan pendistribusian logistik Pemilu dari PPK ke TPS dikawal sangat ketat oleh Bawaslu dan Kepolisian setempat, sehingga tidak ada celah bagi oknum masyarakat yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kecurangan," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan