Kasus Audrey, Peringatan Keras bagi Orang Tua

Kasus Audrey, Peringatan Keras bagi Orang Tua
Ketua Yayasan Citra Kartini Indonesia (CIRI) Ayu Rosan ( Foto: Ist )
Novy Lumanauw / FMB Jumat, 12 April 2019 | 10:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Yayasan Citra Kartini Indonesia (CIRI) Ayu Rosan menyatakan, kasus pengeroyokan terhadap seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Audrey di Pontianak, Kalimantan Barat adalah peringatan keras bagi orang tua.

Ayu menilai, saat ini banyak orang tua yang kurang peduli pada perkembangan perilaku anak sehingga cenderung tidak memperhatikan interaksi sosial anak, baik di masyarakat maupun sekolah.

“orang tua seharusnya berperan aktif mengawasi setiap aktivitas anak. Jangan biarkan anak-anak melakukan sesuatu tanpa kontrol. Anak-anak yang terlibat dalam kasus ini sebenarnya adalah korban dari ketidakpedulian orang tuanya. Sebab, tumbuh kembang anak harus diawasi,” kata Ayu di Jakarta, pada Jumat (12/4/2019).

CIRI adalah institusi yang khusus membantu kaum perempuan untuk menghasilkan karya-karya seni dan budaya orisinal Indonesia bagi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs).

Selain itu, CIRI juga secara aktif memotivasi kaum centennial, anak muda yang lahir pada rentang waktu 1990-an hingga pertengahan tahun 2000-an untuk mempraktikkan bakat-bakatnya di bidang sosial, budaya, dan pemberdayaan potensi keluarga.

Ayu mengatakan, orang tua sebagai pihak yang paling dekat seharusnya mengawasi proses interaksi sosial dan pendidikan anak-anaknya.

“Menurut saya, kehadiran orang tua sama sekali tidak ada dalam peristiwa pengeroyokan yang dialami Audrey di sekolah. Sama sekali tidak ada jejak bahwa anak-anak ini memiliki sikap hormat kepada orang tua,” jelas Ayu.

Di sisi lain, Ayu mendesak aparat keamanan memberikan pembinaan kepada 12 pelajar SMA pelaku pengeroyokan agar tidak mengulangi perbuatannya, yang sangat merugikan orang lain.

“Seharusnya kasus seperti ini tidak boleh terjadi. Sangat menyedihkan kalau aksi pengeroyokan seperti ini kembali terjadi di masa datang,” katanya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keprihatinannya terhadap kasus pengeroyokan terhadap Audrey. Presiden Jokowi mengatakan perundungan, apalagi penganiayaan fisik, jauh dari nilai-nilai bangsa Indonesia.

“Usulan revisi terhadap regulasi yang berkaitan dengan anak-anak, itu satu hal. Tapi yang paling penting adalah budaya kita, etika kita, norma-norma kita, nilai agama kita. Semua tidak memperbolehkan adanya perundungan, apalagi penganiayaan fisik," kata Presiden Jokowi melalui akun Instagram @jokowi, Rabu (10/4).



Sumber: Investor Daily