Menhan: Ubah Pola Pikir dari Negara Konsumen Menjadi Produsen Alusista

Menhan: Ubah Pola Pikir dari Negara Konsumen Menjadi Produsen Alusista
Ryamizard Ryacudu ( Foto: ANTARA. / Hendra Nurdiyansyah )
Robertus Wardi / AMA Jumat, 12 April 2019 | 12:12 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengajak seluruh anak bangsa agar mengubah pola pikir dari negara pemakai (konsumen) Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) menjadi negara produsen. Pasalnya, Indonesia adalah negara kaya sumber daya alam dan sumber daya manusia.

"Kita harus mengubah mindset dari bangsa konsumen menjadi bangsa produsen kalau ingin melihat bangsa ini tetap survive dan maju di masa yang akan datang," kata Ryamizard Ryacudu saat menyaksikan penandatangan kontrak pengadaan
Alutsista dan Konstruksi dengan PT Pindad di kawasan PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019). ‎

Ryamizard Ryacudu menjelaskan, saat ini dunia sedang menghadapi era globalisasi baru yang sarat dengan persaingan antarbangsa. Era ini merupakan konsekuensi logis dari pola perubahan akibat proses modernisasi dengan pola persaingan ekonomi antarbangsa serta timbulnya saling ketergantungan satu sama lain.

Dalam persaingan globalisasi, yang kuat akan keluar sebagai pemenang dan menjadi pemimpin serta pasti akan menjadi pengatur. Sementara yang lemah akan kalah dan menjadi yang diatur serta akan terus diatur. "Kita tidak mau terus menjadi negara diatur. Kalau seperti itu, kita belum berdaulat di negeri sendiri dan sumber daya kita akan terus diekspolitasi untuk kepentingan bangsa lain," tutur Ryamizard Ryacudu.

Menurut Ryamizard Ryacudu, ‎era globalisasi juga menuntut kemampuan daya saing yang kuat dalam sektor teknologi dan industri. "Setiap individu negara perlu memiliki kapasitas dan keunikan tertentu yang distingtif yaitu life skill masyarakat yang diperkuat dengan jiwa nasionalisme yang tinggi. Ini sebagai penentu kekuatan suatu negara dalam memenangkan persaingan di era g‎lobalisasi," kata dia lagi.

Kementerian Pertahanan, lanjut Ryamizard Ryacudu, selaku perwakilan pemerintah tetap berkomitmen untuk membangun industri pertahanan yang mandiri dan berdaya saing serta dapat memenuhi kebutuhan TNI.

Salah satu program pemberdayaan industri pertahanan yang sedang diintensifkan saat ini adalah Program Pengembangan Teknologi dan Industri Pertahanan (Bangtekindhan). Ke depan, diharapkan industri pertahanan mampu menjembatani kebutuhan Alutsista sesuai dengan proyeksi dan kebutuhan pertahanan negara masa mendatang.



Sumber: Suara Pembaruan