2022, Seluruh Sekolah di Indonesia Terhubung Internet

2022, Seluruh Sekolah di Indonesia Terhubung Internet
Menkominfo Rudiantara ( Foto: istimewa / istimewa )
Maria Fatima Bona / IDS Jumat, 12 April 2019 | 12:00 WIB

Padang, Beritasatu.com - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara mengatakan, pemerintah terus membangun infrastruktur jaringan internet di seluruh Tanah Air. Salah satunya, prasarana telekomunikasi di wilayah terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Dijelaskan Rudiantara, setelah Palapa Ring di bagian timur selesai, maka ditargetkan pada 2022, semua sekolah tersambung dengan internet karena saat itu pemerintah telah memiliki jaringan internet tersendiri khusus untuk sekolah. Selanjutnya, sekolah yang terhubung internet akan dilakukan bertahap yang telah dimulai sejak tahun ini mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Dengan demikian, kualitas pembelajaran pendidikan dasar dan menengah Indonesia akan lebih meningkat.

“Jaringan berkapasitas besar untuk sekolah akan ada pada tahun 2022 karena sekolah memiliki jaringan ultimate sendiri. Tapi kita tidak perlu menunggu hingga 2022, kita mulai dari tahun ini dan dari perhitungan saya, 214.000 sekolah akan segera tersambung dengan internet berkecepatan tinggi. Sebab, dalam menyiapkan bonus demografi, membangun infrastruktur dan sumber daya manusia tidak bisa sendiri-sendiri. Keduanya harus dijalankan bersamaan," kata Rudiantara dalam kuliah umum bertemakan “Mempersiapkan SDM Indonesia Menapaki Revolusi Industri 4.0” di Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Kamis (11/4/).

Selanjutnya, ia mengharapkan, layanan internet dari Bakti dapat mengubah sistem pendidikan Indonesia. Para siswa dan masyarakat dapat mengembangkan diri dan meningkatkan nilai tambah melalui pemanfaatan aplikasi-aplikasi yang bersifat edukatif maupun untuk menunjang produktivitas.

“Pemerintah senantiasa berupaya mengurangi kesenjangan digital hingga ke pelosok Indonesia dengan mewujudkan pembangunan yang Indonesia secara merata melalui penyediaan akses internet dan seluler. Hal ini untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi diri,” terangnya.

Pemerintah fokus menyiapkan jaringan internet karena pada 2030 nanti diprediksi, perekonomian Indonesia akan menjadi yang terbesar pertumbuhannya di Asia Pasifik. Oleh karena itu, selain menyiapkan jaringan internet, Rudiantara mengatakan, pemerintah juga menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dalam bidang digital. Pasalnya, dengan hadirnya internet ini, tentu Indonesia membutuhkan 600.000 digital talent setiap tahun.

Dari kebutuhan tersebut, pemerintah melalui Kemkominfo hingga saat ini baru bisa menyiapkan sebanyak 20.000 orang saja. Mereka dilatih melalui kursus selama paling sedikit dua bulan dengan melibatkan tenaga ahli dari 40 perguruan tinggi.

Dijelaskan Rudiantara, digital talent adalah mereka yang tertarik dan memiliki keterampilan mumpuni dalam bidang teknologi. Antara lain, antusias mempelajari coding, kecerdasan buatan dan hal lain yang menyangkut teknologi revolusi industri 4.0. Menurut dia, model bisnis masa depan yang sangat dipengaruhi teknologi akan sangat membutuhkan orang yang terbiasa menggunakan perangkat teknologi canggih, terutama internet.

"Itu 20.000 orang baru dari Kemkominfo saja. Kalau digabung dengan kementerian dan lembaga lain saya kira ada sekitar 34.000 yang disiapkan tahun ini. Ini jumlah yang banyak, tapi kalau melihat dari kebutuhan, tentu masih sangat kurang. Ke depan, kami akan melibatkan lebih banyak lagi perguruan tinggi yang mau membuka pelatihan digital talent," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan