Menhan: Pertahanan Indonesia Masuk 10 Besar Dunia

Menhan: Pertahanan Indonesia Masuk 10 Besar Dunia
Ryamizard Ryacudu ( Foto: ANTARA. / Hendra Nurdiyansyah )
Robertus Wardi / JAS Jumat, 12 April 2019 | 15:02 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu mengemukakan saat ini, pertahanan Indonesia masuk dalam peringkat 10 besar dunia. Prestasi itu harus disyukuri karena berkat kerja keras dari semua pihak.

"Kita semua patut berbangga saat ini kekuatan pertahanan kita telah berada pada urutan 10 besar dunia. Maju sembilan langkah dibandingkan ketika saya dilantik sebagai Menhan tahun 2014 lalu," kata Ryamizard saat menyaksikan penandatangan kontrak pengadaan Alutsista (alat utama sistem pertahanan) dan Konstruksi dengan PT Pindad di kawasan PT Pindad, Bandung, Jawa Barat, Jumat (12/4/2019). ‎‎

‎Ia berharap melalui kebijakan reformasi birokrasi pengadaan alutsista terbaru, akan dapat mengakselerasi proses penguatan postur kekuatan pertahanan negara. Hal itu agar bisa d‎iperhitungkan di kancah internasional.

Mengutip hasil riset beberapa lembaga dunia seperti Standard Chartered Research, International Monetary Fund (IMF), dan City Investment Research and Analysis, Ryamizard menjelaskan Indonesia diproyeksikan akan menjadi raksasa ekonomi baru dunia bersama beberapa negara lainnya dalam beberapa tahun mendatang.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, kondisi ini akan didorong sa|ah satunya dengan meningkatnya kemampuan industri pertahanan dalam negeri yang mandiri. Indonesia dianggap memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang sangat besar. Dengan modal seperti ini dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya u‎ntuk meningkatkan kemajuan industri pertahanan di dalam negeri.

‎"Dengan industri pertahanan yang mandiri diharapkan akan mampu meningkatkan kemampuan pertahanan negara serta mendorong pertumbuhan ekonomi negara," tutur Ryamizard.

Pada kesempatan itu, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini juga mengemukakan Indonesia perlu didukung alat dan infrastruktur pertahanan yang memadai dan mandiri sebagai instrumen utama dalam menjaga stabilitas dan perdamaian kawasan.

Selain itu untuk mengamankan kepentingan nasional dari evolusi potensi ancaman nyata dan ancaman belum nyata, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Ancaman yang nyata pada saat ini dan memerlukan perhatian yang serius adalah ancaman teorisme, bencana alam, cyber, dan narkoba.

Menghadapi berbagai ancaman ini, BUMN dan BUMS dapat bersinergi melakukan inovasi-inovasi dan berbagai terobosan pembangunan teknologi industri pertahanan. BUMN dan BUMS harus mampu mendukung pemerlntah dengan membuktikan kepada dunia bahwa bangsa ini telah mandiri dalam proses menuju level menjadl produsen Alutsista yang dapat berkiprah di kancah Internasional.

Hal ini bukan suatu yang ambisius tetapi sebuah realita yang harus diwujudkan, karena bangsa Indonesia pada hakikatnya adalah sebuah bangsa pejuang yang memiliki kreativitas dan potensi besar untuk berinovasi dan mengembangkan produk-produk dalam negeri bertehnologi canggih.

"Marilah kita tunjukkan kepada dunia bahwa produk Alutsista TNI dalam negeri memiliki kualitas dan performa yang andal serta prima didalam memperkuat Sistem Pertahanan Negara Indonesia. Sehingga dunia akan melihat dengan mata kepala sendiri keandalan produksi dalam negeri Indonesia. Kemudian akan melirik Indonesia sebagai salah satu produsen alutsista yang memiliki potensi untuk kemudian memesan alutsista tersebut dari Indonesia," tutup Ryamizard.



Sumber: Suara Pembaruan