Whitesky Rampungkan Heliport Tahap 1

Whitesky Rampungkan Heliport Tahap 1
Sebuah helikopter jenis Bell 505 melakukan uji coba pendaratan saat persiapan pengoperasian Terminal Helikopter "Cengkareng Heliport Intercity" di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (12/4/2019). Cengkareng Heliport Intercity tersebut merupakan terminal helikopter komersial pertama di Indonesia atas kerja sama antara perusahaan helikopter PT Whitesky Aviation dengan PT Angkasa Pura (AP) II. Melalui terminal ini masyarakat dapat menggunakan jasa penerbangan helikopter menuju berbagai tempat seperti ke Bandung, Jakarta, Bogor dan Serpong. ( Foto: ANTARA FOTO / Muhammad Iqbal )
Thresa Sandra Desfika / JAS Jumat, 12 April 2019 | 15:46 WIB

Tangerang, Beritasatu.com – Pembangunan tahap pertama bandara khusus helikopter (heliport) yang berlokasi di Jalan Perimeter Selatan, Neglasasi kawasan Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang telah rampung. Bandara helikopter komersial pertama di Indonesia ini merupakan kerja sama antara operator helikopter Whitesky Aviation dan PT Angkasa Pura (AP) II.

CEO Whitesky Denon Prawiraatmadja menuturkan, bandara khusus helikopter ini menempati lahan sekitar 2,7 hektare. Pembangunan heliport ini menjadi salah satu pembangunan moda transportasi perkotaan terutama moda transportasi pendukung dari dan menuju Bandara Soekarno Hatta.

“Setelah pembangunan tahap pertama ini rampung, heliport ini sudah bisa dioperasionalkan walau masih dalam tahap uji coba. Secara resmi heliport ini akan beroperasi pada akhir tahun nanti,” kata Denon di Tangerang, Jumat (12/4/2019).

Dia menambahkan, heliport ini akan menjadi yang pertama di Indonesia memiliki fasilitas yang lengkap untuk bandara helikopter. Total nilai proyeknya rencananya mencapai sekitar Rp 80 miliar.

Fasilitas yang akan dibangun di antaranya adalah shooting point dengan instalasi lampu untuk mendukung terbang malam, 8 helipad, 10 hanggar khusus helikopter berdaya tampung 50 helikopter jenis Bell 505 atau setara 20 unit Helikopter type Bell 429/Airbus H130, customer lounge, kafe, kawasan kantor, fasilitas beserta personel untuk evakuasi medis (helimedic), dan lain sebagainya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin menyambut positif rampungnya pembangunan tahap pertama heliport tersebut. Dengan rampungnya pembangunan tahap pertama itu, heliport komersial ini langsung bisa dioperasionalkan walau masih dalam tahap uji coba.

"Kita sungguh mengapresiasi Whitesky karena telah menginisiasi membangun heliport komersial pertama Indonesia di Bandara Soekarno Hatta yang dapat meningkatkan citra dan reputasi Bandara Soekarno Hatta. Juga apresiasi yang sama saya sampaikan kepada AirNav," kata Awaluddin.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto menyatakan, keselamatan penerbangan merupakan prioritas AirNav Indonesia. “Termasuk juga dengan layanan helikopter dari dan ke Bandara Soekarno Hatta, semua harus sesuai standard dan prosedur keselamatan. Kami telah membuat SOP sehingga pelayanan helikopter tidak akan mengganggu lalu lintas penerbangan di bandara,” ujar Novie.

Sementara itu, Denon menyebutkan, keberadaan bandara khusus helikopter komersial ini tidak terlepas dari program konektivitas transportasi pemerintahan pada era Joko Widodo – Jusuf Kalla. Adapun gagasan yang diusung pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) adalah mengatur sistem multimoda transportasi. Multimoda ini dimaksudkan agar semua moda angkutan transportasi terkoneksi dan saling mendukung untuk transportasi yang lainnya.

Di Jakarta, sebut Denon, pelaksanaan multimoda tersebut disusun dalam Jakarta Airport Connection dengan beberapa terobosan. Pertama, sistem moda transportasi berbasis darat dengan menggunakan bus, taksi dan lain sebagainya. Kemudian, menggunakan moda transportasi berbasis rel yakni membuat kereta ke bandara. Sedangkan, terobosan ketiga adalah dengan menggunakan moda transportasi udara lewat helikopter.

Denon mengapresiasi, dukungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian BUMN, dan AirNav atas pembangunan bandara khusus helikopter itu. Apresiasi yang sama juga disampaikan Denon kepada Angkasa Pura II. "Sebagai operator dari layanan helikopter retail, kami berkomitmen untuk menjadikan helikopter sebagai bagian dari pengembangan moda transportasi perkotaan di Indonesia," kata Denon.



Sumber: BeritaSatu.com