Generasi Muda Harus Memaknai Pancasila sebagai Ideologi Bangsa

Generasi Muda Harus Memaknai Pancasila sebagai Ideologi Bangsa
Laksda Widodo ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Jumat, 12 April 2019 | 15:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ideologi Pancasila merupakan falsafah bangsa Indonesia yang sudah tidak boleh ditawar-tawar lagi. Pancasila merupakan konsensus nasional yang diramu dan sudah disepakati oleh masyarakat Indonesia yang beragam, untuk menjaga kerukunan dan juga membangun kedamaian. Namun, di era globalisai ini, pemahamam masyarakat, terutama para generasi milenial terhadap Pancasila ini mulai tergerus dengan mulai masuknya ideologi lain.

Padahal, Pancasila merupakan warisan dari para pendahulu bagi generasi muda untuk tetap konsisten dalam menjaga perdamaian di Indonesia. Menjaga Pancasila sebagai pedoman bagi bangsa tentunya bukan sekadar menjaga warisan para pendahulu. Pancasila, bagi generasi milenial, adalah untuk menjaga bangsa ini dari kerusakan dan pertumpahan darah akibat perpecahan. Generasi muda harus bisa memaknai Pancasila sebagai ideologi bangsa yang dapat menyatukan dan menciptakan kedamaian di masyarakat.

“Pancasila sudah final bagi negara dan bangsa ini. Kita tidak boleh selalu berorientasi pada budaya luar, di mana budaya luar ini belum tentu semuanya cocok di Indonesia. Karena kultur kita adalah kebinekaan, di mana bangsa kita terdiri dari bermacam macam suku, ras, agama yang bisa mempersatukan semuanya,” ujar dosen Universitas Pertahanan (Unhan) Indonesia, Laksdya TNI (Purn) Widodo di Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Namun demikian, mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemhan) ini mengakui, dengan situasi negara yang sangat terbuka serta pesatnya teknologi, maka belakangan ini sudah mulai banyak paham-paham lain. Mereka mulai masuk secara tidak terkontrol, baik melalui media sosial, lingkungan atau melalui mana pun. Sehingga beberapa siswa merasa Pancasila  seperti semacam indoktrinasi.

“Itu bisa terjadi karena ada masukan yang salah, mungkin di sekolahnya juga tidak terlalu dalam memberikan pemahaman yang utuh mengenai Pancasila itu kepada siswanya. Apalagi di sekolah hanya mata pelajaran tertentu atau paket-paket akademis yang diberikan beberapa SKS saja sudah selesai. Ini yang membuat Pancasila tergerus di mata generasi milenial ini,” ujar Widodo dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com.

Menurutnya, generasi muda harus dikawal agar bisa menularkan dan mempunyai tanggung jawab moral. Untuk menanamkan tanggung jawab moral, tentu harus dilatih. Misalnya, generasi muda membentuk komunitas-komunitas yang toleran. Pemerintah harus mewadahinya.

“Anak muda butuh saluran, tetapi kalau tidak disalurkan, mereka akan cari sendiri-sendiri. Itu akan berbahaya buat bangsa ini kalau mereka tersusupi yang tidak benar,” ujar Widodo.



Sumber: Suara Pembaruan