Dilimpahkan ke Kejaksaan, Joko Driyono Segera Jalani Sidang

Dilimpahkan ke Kejaksaan, Joko Driyono Segera Jalani Sidang
Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono (tengah) saat tiba di gedung Krimum sebelum menjalani pemeriksaan, Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 21 Februari 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao / SP/Joanito De Saojoao )
Bayu Marhaenjati / JAS Jumat, 12 April 2019 | 15:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Satgas Antimafia Bola, melimpahkan tersangka Joko Driyono dan barang bukti terkait kasus dugaan memasuki garis polisi serta perusakan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Selanjutnya, Jokdri-panggilan akrab Joko Driyono- bakal segera menjalani sidang.

"Kami dari Satgas Antimafia Bola ingin menyampaikan, pada hari ini kita akan melakukan tahap kedua dengan tersangka bapak Joko Driyono," ujar Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (12/4/2019).

Dikatakan Argo, sebelumnya berkas perkara tersangka Jokdri telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Agung, tanggal 4 April 2019 lalu.

"Artinya, sudah lengkap baik itu materil maupun formil. Sebagai tanggung jawab penyidik Satgas pada hari ini kita akan menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Agung yang nantinya tersangka Joko Driyono dikirim ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan (proses sidang)," ungkap Argo.

Argo menuturkan, dengan pelimpahan tahap dua, kasus Jokdri terkait menyuruh, mengambil atau mencuri dan perusakan barang bukti telah selesai. Penanganan selanjutnya, akan dilakukan kejaksaan sampai proses persidangan.

"Ada barang bukti dokumen, kemudian juga ada mobil, laptop, ada pemotong kertas, DVR, dan sebagainya. Ada di dalam kotak sudah kita lakban, ini nanti juga dibawa," kata Argo.

Argo menuturkan, penyidik Satgas Antimafia Bola menyampaikan terima kasih kepada Kejaksaan Agung yang selalu berkomunikasi dan koordinasi dalam penanganan kasus dugaan pengaturan skor atau mafia bola.

"Kami menyampaikan terima kasih kepada Jaksa Agung, Jampidum dan seluruh jajaran Kejaksaan Agung RI yang selalu intens komunikasi, koordinasi dengan penyidik satgas, sehinga sudah ada beberapa kasus yang kita selesaikan," tandasnya.

Pada berkas perkara, Jokdri dikenakan Pasal 363 KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Diketahui, penyidik menetapkan Jokdri sebagai tersangka karena diduga menyuruh tersangka Muhammad Mardani alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur untuk merusak atau menghancurkan barang bukti, di Kantor Komdis PSSI, Kamis (14/2/2019).

Usai serangkaian pemeriksaan sebagai tersangka, Jokdri akhirnya ditahan di Mapolda Metro Jaya, Senin (25/3/2019) lalu. Jokdri yang mengenakan rompi tahanan warna oranye enggan berkomentar ketika dibawa penyidik ke ruang tahanan, sekitar pukul 00.15 WIB, Selasa (26/3) dini hari.



Sumber: BeritaSatu.com