Stafsus Klaim Tak Tahu Soal Uang Ratusan Juta di Ruangan Menteri Agama

Stafsus Klaim Tak Tahu Soal Uang Ratusan Juta di Ruangan Menteri Agama
Staf Ahli Menteri Agama Gugus Joko Waskito menjawab pertanyaan wartawan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/4/2019). KPK periksa Gugus Joko Waskito sebagai saksi untuk tersangka Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin terkait kasus dugaan jual beli Jabatan di Kementerian Agama 2018-2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Reno Esnir )
Fana Suparman / JAS Jumat, 12 April 2019 | 19:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gugus Joko Waskito, staf Khusus Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengklaim dirinya tak tahu sama sekali mengenai uang ratusan juta di ruang kerja Lukman yang disita tim penyidik beberapa waktu lalu.

Uang sebesar Rp 180 juta dan US$ 30 ribu itu disita tim penyidik lantaran diduga terkait dengan kasus dugaan jual-beli jabatan di Kemag yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy.

"Tanya Pak Menteri dong, saya enggak tahu," kata Gugus usai diperiksa penyidik KPK di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Gugus hari ini diperiksa sebagai saksi kasus jual-beli jabatan di Kemag. Pemeriksaan terhadap Gugus dilakukan tim penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Kakanwil Kemag Jatim, Haris Hasanuddin.

Gugus mengaku dicecar tim penyidik dengan sekitar 10 pertanyaan. Sebagian besar pertanyaan yang dilontarkan penyidik mengenai tugas pokok dan fungsi Gugus sebagai staf khusus Lukman. Dia mengklaim sudah menjelaskan hal tersebut kepada penyidik KPK.

"(Ditanya) 10 pertanyaan ya. (Seputar) tugas pokok dan fungsi stafsus sama dengan teman-teman saya kemarin," kata Gugus.

Diberitakan, KPK menetapkan Rommy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemag Provinsi Jatim, Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemag.

Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Rommy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Rommy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerja sama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.
Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Rommy.

Pada Jumat (15/3) lalu, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Rommy untuk menyerahkan uang Rp 50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.



Sumber: Suara Pembaruan