Indonesia dan Oman Bertukar Informasi Deradikalisasi

Indonesia dan Oman Bertukar Informasi Deradikalisasi
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Komite Penanggulangan Terorisme Oman mengadakan pertemuan di Jakarta, Jumat (12/4/2019). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Jumat, 12 April 2019 | 22:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Kesultanan Oman yang diwakili Komite Penanggulangan Terorisme membahas pencegahan terorisme. Kedua negara bertukar informasi mengenai program deradikalisasi yang sudah dilakukan.

Pertukaran informasi tersebut dilakukan oleh Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius saat menerima Delegasi Kesultanan Oman yang diwakili oleh Kepala Komite Penanggulangan Terorisme Letjen Hamed Al Nabhani yang didampingi Duta Besar Kesultanan Oman di Indonesia, His Royal Highness Sayyid Nazar bin al-Julanda bin Majid Al Said. Pertemuan digelar di kantor BNPT, Jakarta, Jumat (12/4/2019).

Kepala BNPT mengatakan, pertemuan kali ini sangat penting tidak hanya untuk Indonesia dan Oman, tetapi juga untuk regional dan forum internasional dalam hal penanggulangan terorisme, terlebih lagi saat ini terorisme sudah menjadi isu global.

“Terorisme adalah ancaman global. Namun, setiap negara memiliki akar masalah yang berbeda, sehingga kita harus saling berbagi, baik secara regional maupun global untuk menggali informasi terkait isu terorisme di masing-masing negara,” ujar Suhardi Alius.

Terkait isu terorisme di Oman, menurut mantan Kabareskrim Polri ini, Kesultanan Oman selama ini telah memiiliki banyak pengalaman yang luar biasa dalam hal kontra terorisme. Hal ini tentunya nanti dapat dijadikan sebagai acuan dalam meningkatkan program penanggulangan terorisme yang dilakukan oleh BNPT.

“Tadi dikatakan di Oman sudah banyak sekali hal-hal yang menjadi urusan dan masalah kontra terorisme. Bahkan Oman menjadi negara yang dituju untuk rehabilitasi dari mantan-mantan teroris yang ada di Guantanamo, Tentunya itu adalah sebuah hal yang luar biasa,” ucap mantan Kapolda Jawa Barat ini.

Lebih lanjut alumni Akpol tahun 1985 ini mengatakan, penanganan terorisme terutama di Indonesia tentunya bukanlah suatu hal yang mudah. BNPT sebagai leading sector dalam penanggulangan terorisme di Indonesia berharap, dengan adanya pertemuan ini BNPT dapat lebih berkreasi lagi untuk memberantas terorisme.

“Kami akan selalu bertukar informasi, apa yang sudah dikerjakan di Indonesia dan apa yang dikerjakan oleh Oman. Dan pada masa depan kami akan coba untuk lebih berkreasi dalam rangka pemberantasan dan penanggulangan terorisme,” ujar mantan wakapolda Metro Jaya ini mengakhiri.

Duta Besar Oman untuk Indonesia His Royal Highness Sayyid Nazar berharap kerja sama antara Oman dan Indonesia dalam hal penanggulangan terorisme yang dilakukan oleh BNPT bisa terus berlanjut ke depannya.

Dikatakan Sayyid, dalam pertemuan tersebut, Kesultanan Oman dan pemerintah Indonesia membahas tentang isu-isu terorisme global, dan saling bertukar informasi mengenai program-program yang sudah dijalankan oleh kedua negara tersebut, terutama dalam hal penanggulangan terorisme.

“Hari ini kami mengadakan pertemuan dengan Bapak Suhardi. Kami bertukar ide dan kerja sama antara Kesultanan Oman dan Negara Kesatuan Republik Indonesia tentang isu-isu global dan untuk meningkatkan kerja sama antara Oman dan Indonesia. Semoga kerjasama itu bisa terus berlanjut,” tutur dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com.

Sayyid mengatakan, dalam pertemuan tersebut dirinya mendapatkan penjelasan dari Kepala BNPT mengenai telah disahkannya Undang-undang (UU) No 5/2018 tentang Pemberantasan Terorisme yang telah diakui oleh beberapa negara lain sebagai UU yang terlengkap dalam penanganan terorisme. Karena di dalam UU yang baru tersebut telah mencakup kontra radikalisasi, deradikalisasi, dan kesiapsiagaan nasional.

Pada pertemuan itu, Kepala BNPT didampingi para pejabat eselon I yakni Deputi I bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Deputi II bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Irjen Pol Budiono Sandi dan Plt Deputi III bidang Kerjasama Internasional Brigjen TNI (Mar) Yuniar Lutfi.



Sumber: Suara Pembaruan