BNPB: Warga Banggai Sudah Kondusif Pascagempa M 6,8

BNPB: Warga Banggai Sudah Kondusif Pascagempa M 6,8
1.300 KK di Kabupaten Kepulauan Banggai yang mengungsi sejak Jumat malam akibat gempa, pada Sabtu pagi ini (13/4/2019) sudah kembali ke rumah masing-masing. Kondisi aman dan kondusif. ( Foto: Dok BNPB )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 13 April 2019 | 07:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Berdasarkan pantauan Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), situasi masyarakat di beberapa wilayah sudah kondusif pascagempa Magnitudo (M) 6,8 yang terjadi pada Jumat (12/4/2019), pukul 18.40 WIB. Masyarakat yang mengungsi sebagian sudah pulang ke rumah. Pengungsi sempat teridentifikasi di Kabupaten Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah hingga malam tadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Banggai melaporkan pada Sabtu (13/4/2019) pukul 06.00 WIB bahwa 1.300 KK pengungsi tersebar di empat titik, yaitu halaman kantor bupati, masjid An-Nur komplek perkantoran, gedung DPRD dan kantor polres telah kembali ke rumah masing-masing. "Mereka pulang ke rumahnya secara mandiri dan sebagian diantar BPBD," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kondisi masyarakat di Kota Palu, Luwu, Banggai, Kepulauan Banggai sudah kondusif. Beberapa warga di Kabupaten Banggai masih di pegunungan karena takut. Demikian juga mereka yang ada di Kabupaten Kepulauan Banggai.

Meski BMKG sudah menyatakan peringatan dini tsunami berakhir sejak semalam, namun tidak seketika warga mau kembali ke rumahnya. Mereka tetap memilih mengungsi di bukit-bukit.

"Di lapangan tidak mudah meyakinkan masyarakat, apalagi jeda waktu antara peringatan dini evakusi dan diakhiri dalam waktu pendek, sehingga masyarakat tetap di pengungsian," kata Sutopo Purwo Nugroho.

Diketahui, gempa bumi dengan magnitudo 6,9, yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,8 ini mengguncang wilayah Kabupaten Morowali, Morowali Utara, dan Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah. Gempa tersebut memiliki episenter pada koordinat 1,89 LS dan 122,57 BT, tepatnya di Teluk Tolo, pada jarak 82 kilometer arah barat daya Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 17 kilometer.

BMKG menyampaikan bahwa dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini merupakan jenis dangkal akibat aktivitas sesar aktif. BMGK menduga bahwa struktur sesar yang menjadi pembangkit gempa ini adalah Sesar Peleng yang jalurnya berarah barat daya-timut laut di Pulau Peleng dan menerus ke Teluk Tolo.



Sumber: BeritaSatu.com