KPK Fasilitasi 63 Tahanan Nyoblos

KPK Fasilitasi 63 Tahanan Nyoblos
Ilustrasi KPK. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / WBP Sabtu, 13 April 2019 | 08:22 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan kesempatan kepada para tahanan untuk menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019. KPK akan memfasilitasi 63 tahanan untuk mencoblos pada Rabu (17/4/2019).

Jubir KPK Febri Diansyah mengatakan, 63 tahanan KPK itu berasal dari tersangka kasus korupsi yang ditahan di rutan cabang KPK di Gedung Merah Putih atau Gedung K4, rutan di gedung lama KPK yang saat ini menjadi gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (Anti-Corruption Learning Center/ACLC) KPK dan rutan di Pomdam Jaya Guntur. Puluhan tahanan itu nantinya akan menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang disiapkan di Rutan KPK Gedung Merah Putih atau Gedung K4. "63 orang tahanan KPK akan difasilitasi bersama di TPS 12 Guntur yang akan dilakukan di Rutan cabang KPK yang berlokasi di gedung Merah Putih," kata Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta, Jumat (12//4/2019).

Febri Diansyah mengatakan, KPK hanya memfasilitasi tahanan menggunakan hak pilihnya. Persoalan hak pilih itu digunakan atau tidak merupakan domain pada tahanan. Yang pasti, proses pemungutan suara dilakukan sesuai dengan aturan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Mungkin ada perbedaan ada yang berdomisili atau KTP di Jakarta ada juga KTP di daerah itu yang nanti pemungutan suaranya tentu dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku misalnya apakah pemungutan suara itu dilakukan untuk presiden dan wakil presiden termasuk sampai DPRD itu kan tergantung domisili mereka," kata Febri Diansyah.

Pada Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, KPK juga memberi kesempatan para tahanan ber-KTP Jakarta untuk menggunakan hak pilihnya. Saat itu, lokasi pencoblosan berada di gedung KPK lama yang saat ini menjadi Gedung ACLC KPK



Sumber: Suara Pembaruan